Institusion
Universitas Atma Jaya Yogyakarta
Author
KALIMANTORO, IGNATIUS JOKO
Subject
Hidro
Datestamp
2015-03-26 10:09:20
Abstract :
Embung Tambakboyo merupakan salah satu embung yang berada di Sleman,
Yogyakarta. Lokasi embung terletak pada kaki selatan gunung Merapi, suatu daratan
yang miring ke selatan dengan kondisi tebing mencapai agak curam sehingga potensi
kejadian erosi vertikal cukup besar. Panjang Daerah Aliran Sungai (DAS) +500 meter
sedangkan elevasi pada lokasi embung tertinggi +156 meter dan terendah +137 meter
diatas permukaan laut. Umur Embung Tambakboyo dipengaruhi oleh besar volume
sedimen dan laju sedimentasi yang terjadi akibat erosi lahan. Kondisi tata guna lahan
pada Embung umumnya berupa areal persawahan dan tegalan yang pada beberapa areal
terdapat perkampungan atau perumahan. Kurangnya pemanfaatan maksimal tata guna
lahan pada wilayah tangkapan air (catchment area) yang berdasar pada DAS Embung
Tambakboyo dapat menyebabkan terjadinya erosi lahan. Besarnya volume sedimen dan
laju sedimentasi pada Embung Tambakboyo dianalisis menggunakan metode USLE
(Universal Soil Loss Equation) dengan parameter-parameter antara lain Erosivitas Hujan
(R), Erodibilitas Tanah (K), Panjang dan Kemiringan Lereng (LS), Faktor Tanaman
Penutup dan Manajemen Tanaman (C) serta faktor Konservasi Praktis (P). Data
sekunder yang digunakan adalah curah hujan Sleman stasiun Prumpung selama 10 tahun
(2000-2009), luas dan volume tampungan tiap zona kolam Embung Tambakboyo.
Sedangkan data primer antara lain peta kontur catchment area Embung Tambakboyo,
data uji tanah dan data tata guna lahan. Hasil pengolahan dan analisis data diperoleh
volume sedimen yang terjadi pada Embung Tambakboyo sebesar 1.906,1 m3/tahun. Dari
hasil ini diperoleh usia rencana operasional yaitu 332,35 tahun dengan laju sedimentasi
maksimal sebesar 7,6 cm/tahun di zona 1. Diasumsi bahwa dimensi kolam embung tidak
tegak lurus namun memiliki kemiringan yang berbeda tiap zona. Tinggi kolam embung
dari dasar kolam hingga permukaan adalah 9 meter yang memiliki rata-rata ketinggian
adalah 7 meter dengan volume total kolam embung sebesar 633.766,5 m3. Embung
Tambakboyo beroperasi sejak tahun 2008 dan sudah terjadi endapan sedimen pada dasar
kolam setinggi 0,076 meter. Pada tanggal 06 Desember 2014 tinggi sedimen sudah
mencapai 1,63 meter melalui pengukuran pada tepi bendung kolam embung. Dengan
luas endapan sedimen yaitu 25.661,95 m2 sehingga volumenya sebesar 20.914,49 m3
dengan jumlah persentase 3,3%. Jika di hulu tidak mengalami perubahan tata guna lahan
yang berpengaruh terhadap terjadinya erosi lahan maka umur rencana embung dapat
mencapai 181,82 tahun dengan persentase volume endapan sedimen sebesar 100%.