Abstract :
Indonesia yang dikenal sebagai negeri agraris mengalami penurunan jumlah petani
yang cukup signifikan. Petani didominasi oleh orang-orang yang usianya 40 tahun ke atas.
Minat anak muda di Indonesia untuk bertani sangat kecil, begitu juga yang terjadi di
Yogyakarta khususnya Kabupaten Bantul. Jika hal ini dibiarkan terus menerus maka Indonesia
akan kekurangan petani yang handal.
Penurunan minat bertani juga dapat dilihat dari semakin sempitnya lahan pertanian.
Lahan pertanian banyak yang dikonfersi untuk fungsi lain yang dianggap lebih menguntungkan
secara ekonomis. Lahan pertanian juga mengalami kondisi tanah yang kritis akibat penggunaan
pupuk dan pestisida buatan yang berlebihan. Tingkat pengetahuan dan kesadaran petani yang
masih rendah tentang penggunaan pupuk dan pestisida buatan menimbulkan pencemaran
lingkungan.
Minat dan bakat tentang bertani harus ditanamkan sejak dalam masa anak-anak.
Pengadaan Agriculture Edutainment Park untuk Anak-anak di Bantul merupakan salah satu
upaya untuk menanamkan minat dan bakat bertani pada anak-anak. Anak-anak dapat belajar
sekaligus bermain di dalam setiap wahana yang ada.
Permasalahan yang ingin ditekankan dalam proyek ini adalah perancangan Agriculture
Edutainment Park yang edukatif dan rekreatif melalui tata ruang dan bentuk. Anak-anak dalam
mempelajari hal-hal tentang pertanian serasa bermain. Selain itu dalam merencanakan dan
merancang Agriculture Edutainment Park juga mempertimbangkan aspek ekologis sebagai
tindak lanjut lahan pertanian yang semakin kritis.
Proyek Agriculture Edutainment Park memiliki fasilitas museum pertanian, mes, aula,
kantin, kandang, taman, dll yang mendukung anak-anak untuk belajar pertanian. Pengunjung
dikelompokan mejadi 2 macam yaitu pengunjung biasa dan pengunjung menginap. Setiap
pengunjung akan didampingi oleh pengelola yang bertugas sebagai teman bermain dan belajar.