Abstract :
Kerja lembur merupakan suatu kegiatan yang dilakukan untuk menyelesaikan pekerjaan didalam proyek konstruksi yang tidak mungkin diselesaikan dalam hari kerja normal. Dengan adanya kerja lembur ini membuat tenaga kerja harus bekerja lebih ekstra, baik dalam kualitas maupun kuantitas.
Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis faktor-faktor yang dominan yang mempengaruhi terjadinya kerja lembur menurut pemilik (owner) yang diwakili oleh konsultan, kontraktor, dan menganalisis faktor-faktor yang menyebabkan menurunnya produktivitas tukang saat kerja lembur menurut tukang. Pada penelitian ini, pengumpulan data dilakukan dengan penyebaran kuesioner pada proyek-proyek konstruksi yang ada di daerah DIY. Pengolahan data dilakukan dengan cara menggunakan analisis statistik antara lain mean dan standar deviasi.
Hasil penelitian pada analisis data menunjukkan bahwa faktor terbesar yang mempengaruhi kerja lembur menurut pemilik (owner) yang diwakili oleh konsultan yaitu adanya waktu yang terbatas sehingga melakukan pekerjaan dengan crash program. Faktor yang mempengaruhi kerja lembur menurut kontraktor yaitu mendekati waktu penyelesain proyek. Dan faktor yang menyebabkan menurunnya produktivitas saat kerja lembur menurut tukang yaitu kondisi fisik pekerja.