Institusion
Universitas Atma Jaya Yogyakarta
Author
NARPODO, ALOYSIUS DEWASTIKO WAHYU
Subject
Lingkungan Kawasan
Datestamp
2015-03-30 10:09:18
Abstract :
Saat ini tanaman hias merupakan salah satu komoditas agribisnis yang cukup
berarti di Indonesia. Hal tersebut didasari karena jenisnya dapat ditanam pada areal
yang relatif sempit dan mempunyai nilai ekonomi yang tinggi dan diterima masyarakat.
Dalam membangun industri florikultura yang berdaya saing dan berkelanjutan, perlu
memanfaatkan potensi yang dimiliki secara optimal untuk meraih tantangan yang
menghadang di depan dengan menyusun strategi yang tepat dan melaksanakannya
secara optimis, penuh komitmen yang tinggi. Meskipun memiliki potensi yang besar,
pembangunan florikultura masih menghadapi permasalahan berkenaan dengan
penerapan teknologi, ketersediaan sarana dan prasarana produksi, sumberdaya manusia,
sumberdaya alam dan modal serta kelembagaan.
Botanical Garden Visitor Center di Sleman ini merupakan pusat konservasi
biodiversity khusus tanaman hias (florikultura) yang mampu mewadahi segala macam
aktivitas penelitian, wahana studi dan pengetahuan, sekaligus sebagai sarana promosi
tentang pentingnya konservasi lingkungan agar tercipta kesadaran publik untuk
melestarikan lingkungan alam melalui konservasi biodiversity tanaman hias
(florikultura), juga sebagai information center yang menjadi media pengelanan kepada
masyarakat yang bersifat edukatif dan rekreatif. Sehingga perlu adanya building system
yang menciptakan sebuah konsep bangunan ramah lingkungan. Sehingga terjadi
kesinergian antara bangunan dan landcape sekitar untuk terciptanya environmental
sustainability. Untuk mewujudkan bangunan yang ramah lingkungan untuk
memperlihatkan esensi dari hakikat bangunan Botanical Garden Visitor Center di
Sleman, pendekatan yang sesuai dan mengarah pada konsep environmental
sustainability adalah pendekatan melalui arsitektur berkelanjutan (Sustainable
Architecture).