Abstract :
PT Tirta Investama merupakan salah satu perusahaan
yang memiliki produk dengan kemasan isi ulang (refill),
yaitu produk AQUA Gallon. Bahan baku botol kosong di PT
Tirta Investama tidak hanya diterima dari supplier,
tetapi juga dari customer. Botol kosong yang kembali dari
customer belum tentu layak digunakan kembali, bergantung
pada kondisi botol tersebut. Jumlah permintaan dari
customer pun dapat berubah setiap minggunya karena adanya
permintaan tambahan dari customer, sehingga produksinya
pun tidak pasti atau tidak sesuai rencana bagian PPIC
pusat di Jakarta setiap minggunya. Hal ini mempengaruhi
pemesanan persediaan botol baru ke supplier, karena jika
terjadi kekurangan botol kosong, maka akan dilakukan
pengalihan permintaan yang menimbulkan biaya bagi
perusahaan, dan jika botol kosong yang ada melebihi
kapasitas gudang juga akan dilakukan pengalihan.
Pada penelitian ini ditentukan berapa jumlah botol
baru yang harus dipesan ke supplier agar didapatkan total
biaya persediaan yang minimum. Perencanaan produksi yang
tidak pasti dan faktor-faktor yang mempengaruhi
persediaan yang tidak tentu ini menunjukan bahwa sistem
produksi di PT Tirta Investama untuk Line 5 Gallon
bersifat probabilistik. Hal inilah yang menyebabkan
penelitian ini dilakukan dengan menggunakan simulasi
dengan bantuan software Microsoft Excel.
Dari hasil analisis didapatkan jumlah pemesanan
botol baru ke supplier untuk bulan Januari-Juli adalah
55.000 botol/bulan dan untuk bulan Agustus-Desember
adalah 60.000 botol/bulan yang menghasilkan rata-rata
total biaya persediaan sebesar Rp. 126.097.250,00/tahun.
Dibandingkan dengan kondisi nyatanya, hasil simulasi
lebih hemat Rp. 3.307.930,00.