Abstract :
PT. Mega Andalan Kalasan merupakan salah satu
perusahaan swasta nasional yang bergerak di bidang
produksi peralatan rumah sakit. Analisis risiko
kegagalan dengan Failure Mode and Effect Analysis
(FMEA) telah diterapkan oleh PT. MAK pada produk yang
dihasilkannya. Meskipun demikian terdapat juga produk
peralatan rumah sakit yang belum memiliki hasil
analisis resiko, salah satunya adalah Intensive Care
Unit (ICU) bed 77001 yang masih dalam tahap desain awal
yang baru diwujudkan dalam bentuk prototipe fungsional.
Metode yang digunakan untuk menganalisis risiko
kegagalan pada proses perakitan bagian (sub assembly)
ICU bed 77001 adalah failure mode and effects analysis
(FMEA) based on fuzzy utility cost estimation dimana
pada pendekatan ini risiko kegagalan diukur berdasarkan
nilai risk priority index (RPI). Pada pendekatan FMEA
based fuzzy utility cost estimation menerapkan teori
utilitas (utility theory) dan fungsi fuzzy membership
untuk penilaian severity, occurrence, dan detection
dimana teori utilitas digunakan untuk memperoleh
hubungan nonlinear antara biaya kegagalan dengan urutan
rangking, sedangkan fungsi fuzzy membership digunakan
untuk mendeskripsikan pendapat atau opini dari tim yang
lebih baik.
Dari hasil penelitian, diperoleh 13 prioritas moda
kegagalan yang tergolong high-level risks pada proses
perakitan bagian (sub assembly) ICU bed 77001
berdasarkan nlai RPI. Rencana tindakan rekomendasi
telah dikembangkan untuk 13 moda kegagalan tersebut,
sehingga moda kegagalan yang tergolong high-level risks
dapat dikurangi atau bahkan dihilangkan.