Abstract :
PT. Yogyatek merupakan salah satu perusahaan
tekstil di Yogyakarta yang bergerak dalam bidang
perajutan benang. Penjadwalan pembuatan kain mentah
(grey) belum terstruktur dengan baik sehingga
menyebabkan waktu proses warping dan knitting menjadi
lebih lama dan dapat menimbulkan keterlambatan dalam
pengiriman kain ke customer. Dengan rencana produksi
yang hanya berdasarkan perkiraan maka tidak menutup
kemungkinan pada proses knitting terjadi kondisi
kekurangan benang atau kelebihan benang. Permasalahan
penjadwalan pada proses warping dan knitting merupakan
masalah penjadwalan dengan mesin paralel non identik.
Berdasarkan kondisi tersebut maka diperlukan
penyusunan sistem penjadwalan produksi. Pada penelitian
ini penjadwalan dilakukan dengan dengan pendekatan
forward scheduling dan prioritas Earliest Due Date
(EDD). Penjadwalan pertama dilakukan untuk proses
warping dan knitting. Kemudian dilakukan penyesuaian
jumlah mesin knitting yang dibutuhkan berdasarkan waktu
yang tersedia. Selanjutnya dilakukan penjadwalan ulang
berdasarkan penyesuaian jumlah kebutuhan mesin.
Setelah dilakukan analisis dapat disimpulkan bahwa
dengan penyusunan sistem penjadwalan pendekatan forward
scheduling prioritas EDD (Earliest Due Date) dengan
algoritma penjadwalan pada gambar 5.1, algoritma
alokasi mesin warping pada gambar 5.2 dan algoritma
alokasi mesin knitting pada gambar 5.3, maka jadwal
yang dihasilkan dapat mengurangi tardiness dan jumlah
job yang tardy serta meminimasi WIP. Hasil pengujian
algoritma dapat dilihat pada lampiran 6