Abstract :
Pada beberapa waktu ini, perkembangan tarian sudah mulai banyak
dikenal oleh masyarakat, baik melalui pertunjukkan maupun melalui media
massa. Perkembangan tarian tersebut juga berefek pada banyaknya
masyarakat yang ingin belajar menari sehingga kini, banyak pula bangunanbangunan
yang dibangun ataupun dialih fungsikan sebagai tempat belajar
menari. Di Indonesia sendiri, peminat seni tari sudah cukup banyak, namun
sangat sedikit tempat yang disediakan bagi para penggemar tari untuk dapat
tari dengan serius. Oleh karena itu, banyak peminat tari yang menganggap
tari hanya sekedar hobi, tak dapat untuk mencari pekerjaan. Untuk itu,
diharapkan ada sebuah tempat yang bisa digunakan oleh para peminat tari
untuk belajar tari dengan serius dan mendapat apresiasi yang lebih dari
masyarakat. Yogyakarta Dance Academy diharapkan bisa mewadahi
kebutuhan tersebut, untuk menarik peminat tari untuk lebih giat berlatih,
maka bangunan Yogyakarta Dance Academy dirancang sesuai dengan
esetika dari seni tari itu sendiri, yang meliputi kesatuan, keseimbangan,
proporsi, domiinansi, dan ritmis. Untuk menarik peminat, maka bentuk
bangunan ini pun dirancang semenarik mungkin dengan mengambil estetika
tari yang dapat ditunjukkan kepada orang yang melihat bangunan ini. Selain
itu, bagian dalam dari bangunan juga dirancang untuk menunjukkan estetika
tari itu sendiri. Hal ini dimaksudkan agar pengguna maupun pengunjung
dapat merasakan keindahan-keindahan dari tarian sehingga dapat lebih
mencintai tarian dan mempelajarinya.