Abstract :
Masjid Raya Darussalam Palangka Raya diadakan dengan tujuan
untuk mewadahi kegiatan ibadah umat Islam tingkat Provinsi Kalimantan
Tengah terutama Kota Palangka Raya yang dapat menampung hingga
ribuan jemaah. Masjid ini juga merupakan bagian dari Pusat Kajian Islam
atau Islamic Center STAIN (Sekolah Tinggi Ilmu Agama) Kota Palangka
Raya.
Dalam perkembangannya perancangan Masjid Raya Darussalam
memiliki permasalahan utama sehingga perlu dilakukan redesain.
Permasalahan utama yang terjadi pada bangunan Masjid Raya
Darussalam Palangka Raya adalah kesalahan dalam posisi arah kiblat
bangunan, kapasitas daya tampung masjid dan kurangnya bangunan
penunjang masjid. Selain karena permasalahan utama tersebut, redesain
masjid dilakukan dalam rangka mewujudkan masjid tingkat Provinsi yang
dapat dijadikan ikon kebanggaan masyarakat Kalimantan Tengah.
Untuk mencapai wujud akhir dari rancangan redesain Masjid Raya
Darussalam di Palangka Raya sebagai permasalahan utama masjid
kebanggaan bagi masyarakat Provinsi Kalimantan Tengah dapat
dilakukan dengan inkulturasi budaya tradisional Kalimantan Tengah dan
budaya peradaban Islam yang ada di Kota Palangka Raya terhadap
arsitektural bangunan yang akan dirancang, dengan pendekatan arsitektur
Post Modern Regionalism,dan nilai-nilai arsitektur Islam sehingga
menciptakan suasana yang khusyuk serta menggambarkan keagungan
Allah SWT.