Abstract :
Purwokerto yang dikenal sebagai kota pelajar di Jawa Tengah karena
letaknya yang strategis untuk menimba ilmu, memiliki jumlah pelajar dan
mahasiswa yang tergolong tinggi. Tingginya minat baca masyarakat kota
Purwokerto dan belum adanya wadah yang menjual sekaligus meminjam buku
menjadi alasan pengadaan Book Centre di Purwokerto. Dewasa ini, masyarakat
Purwokerto khususnya, pergi ke toko buku tidak sekedar membeli lalu pulang,
tetapi terdapat motivasi lain yaitu rekreasi dan mengisi waktu luang. Karakteristik
dalam memenuhi kebutuhan edukasi lebih bersifat dinamis serta mudah bosan
dengan kemonotonan. Sebagian besar, toko-toko buku maupun perpustakaan yang
sudah ada bersifat formal dan kaku. Dengan tema informal diharapkan dapat
menarik minat masyarakat. Dalam kaitan dengan kegiatan membaca, geometri
buku dipilih sebagai objek analogi, yang selanjutnya ditransformasikan ke dalam
tampilan (fasad) bangunan. Tujuan pengadaan Book Centre di Purwokerto yaitu
terwujudnya bangunan sebagai sarana yang berkarakter edukatif dan rekreatif
melalui pengolahan tampilan dan tata ruang dalam bangunan dengan dengan
pendekatan analogi bentuk buku. Fasilitas yang terdapat dalam Book Centre ini
antara lain stationery, toko buku, perpustakaan, area pameran, ruang audio visual,
taman bacaan, ruang internet dan cafetaria. Perbedaan dan persamaan dengan
Book
Centre Book Centre) dan
perbedaan-perbedaan pada lokasi objek studi, materi studi, target studi dan
pendekatan yang diambil.