Institusion
Universitas Atma Jaya Yogyakarta
Author
Rinti, Grace Limbong Tasik
Subject
Public Relations
Datestamp
2013-05-01 08:57:23
Abstract :
Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) merupakan provinsi yang memiliki keistimewaan
dibandingkan provinsi lainnya di Indonesia. Perbedaan ini sangat terlihat jelas pada sistem
pemilihan kepala daerahnya. Sebagai daerah yang memiliki kesultanan, Yogyakarta memiliki
seorang Sultan yang bertindak sebagai kepala kesultanan yaitu Sultan Hamengku Buwono X
(SHB X). Sebagai kepala kesultanan, SHB X juga otomatis ditetapkan sebagai kepala
pemerintahan DIY dengan jabatan Gubernur DIY.
Penelitian ini ngambil lokaso. Peneliti memilih kedua objek tersebut dikarenakan peneliti ingin
memberikan perbadingan mengenai aktivitas komunikasi Employee Relations yang diterapkan
pada mall yang diwakili oleh Trade Mall Saphir Square dengan department store yang diwakili
oleh Gardena Department Store. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dan
membandingkan aktivitas komunikasi Employee Relations yang diterapkan oleh mall dan
department store. Metode penelitian yang digunakan pada skripsi ini adalah metode studi kasus
dengan teknis analisis perbandingan, sedangkan untuk teknik pengumpulan data penulis
menggunakan metode wawancara secara mendalam kepada Public Relations pada kedua objek
tersebut. Metode wawancara digunakan untuk mencari data-dagta yang akan diolah oleh peneliti.
Pada penelitian ini kedua objek peneltian yaitu mall dan department store memiliki karakteristik
yang berbeda yaitu dari segi luas bangunan, kepegawaian, kepemilikan modal, jumlah toko dan
pengelolaan toko. Aktivitas komunikasi Employee Relations yang diterapkan kedua objek
penelitian tidak memiliki perbedaan yang mencolok. Kedua objek penelitian menerapkan
komunikasi arah ke atas, ke bawah, dan sejajar. Perbedaan terletak pada komunikasi lintas
saluran yang hanya diterpakan pada mall karena factor kepegawaian yang banyak serta jumlah
toko. Pemilihan media pada konsep Employee Relations memiliki perbedaan pada adanya
jaringan telepon internal pada mall. Sedangkan untuk papan pengumuman, kaset CCTV, stasiun
radio, kotak saran, obrolan langsung, literatur pengenalan, rapat dinas, briefing harian, progam
penghargaan untuk karyawan terbaik, program pelatihan yang berupa on the job training serta off
the job training dan penggunaan komunikasi dalam bentuk lisan (perintah dan instruksi) juga
diterpakan pada mall dan department store. Berdasarkan wawancara secara mendalam dengan
narasumber diketahui bahwa dalam menerapkan EmployeeRelations karakteristik-karakteristik
tidak mempengaruhi dalam memilih media-media yang digunakan. Kenyataan dalam lapangan
memperlihatkan bahwa media tersebut efektif atau tidak yang menjadi pertimbangan pemilihan
media-media.
Kesimpulan yang dapat diambil adalah peneliti menemukan fakta bahwa secara garis besar
perbedaan antara konsep mall dengan konsep department store terlihat pada kepemilikan modal
perusahaan serta sistem kepegawaian yang berdampak pada perbedaan pengelolaan managemen
perusahaan. Selain itu pemilihan penggunaan media dalam konsep Employee Relations tidak
berdasarkan pada karakteristik dari kedua objek penelitian melainkan pada tingkat kebutuhan
serta efektif tidaknya media tersebut dapat digunakan untuk menciptakan suasana Employee
Relations yang baik.