Abstract :
Pisang kepok kuning (Musa paradisiaca forma typica) dapat
dikombinasikan dengan tepung terigu sebagai salah satu cara diversifikasi pangan.
Tujuan Penelitian ini untuk mengetahui pengaruh substitusi tepung pisang kepok
(Musa paradisiaca forma typica) terhadap kualitas (sifat fisik, kimia,
mikrobiologis, dan organoleptik) non flaky cracker coklat dan mengetahui
substitusi tepung pisang kepok (Musa paradisiaca forma typica) yang
menghasilkan non flaky cracker coklat dengan kualitas terbaik dan disukai oleh
konsumen. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan 5
variasi subtitusi yaitu A : kontrol (0% tepung pisang), B: 55, C:70, D:85, dan E:
100 % tepung pisang kepok kuning (Musa paradisiaca forma typica). Hasil yang
diperoleh dari penelitian ini yaitu non flaky crackers dengan subtitusi tepung
tepung pisang menghasilkan kadar air 3,25 - 5,15 %, kadar abu 2,65 - 3,59 %,
kadar protein 9,04 - 21,10 %, kadar lemak 11,81, - 15,78 %, kadar karbohidrat
53,48 - 70,48 %, kadar serat 1,18 - 4,83 %, tekstur 563,00 ? 2265,83 N/mm2,
warna kecokelatan, serta uji mikrobiologi angka lempeng total dan yang khamir
yang memenuhi SNI crackers. Hasil penelitian menunjukkan bahwa substitusi
tepung pisang kepok (Musa paradisiaca forma typica) memberi pengaruh yang
berbeda nyata terhadap kualitas non flaky crackers meliputi kadar air, abu, lemak,
protein, karbohidrat, serat, tekstur dan angka lempeng total, serta memberikan
pengaruh yang tidak berbeda nyata terhadap jumlah kapang khamir. Kombinasi
tepung pisang kepok kuning (Musa paradisiaca forma typica) dan tepung terigu
yang menghasilkan non flaky crackers dengan kualitas terbaik dari segi analisis
kimia, fisik, mikrobiologi, serta nilai rata-rata kesukaan panelis adalah substitusi
pisang kepok dengan perlakuan 85%.