Institusion
Universitas Atma Jaya Yogyakarta
Author
ISWANTA, DANIEL RICKY SEPTIA
Subject
Struktur
Datestamp
2015-07-29 10:42:08
Abstract :
Suatu bangunan dibangun di atas tanah yang mampu menumpu seluruh
beban-beban yang disalurkan dari struktur atas (upper structure). Untuk itu, hal
pertama yang perlu dilakukan adalah penyelidikan tanah. Adapun metode
pengujian yang digunakan dalam penyelidikan tanah di lapangan, yaitu standard
penetration test (SPT) dan cone penetration test (CPT). Pengujian penetrometer
tersebut sangat berguna karena hasilnya memberikan gambar visual yang jelas dan
lengkap tentang kekuatan tanah atau kepadatan tanah. Kota Yogyakarta adalah
kota budaya, wisata dan pendidikan. Mempunyai daya tarik yang sangat banyak,
Yogyakarta kini menjadi sasaran investor dalam pembangunan infrastruktur.
Daerah yang menjadi perhatiannya adalah Kabupaten Sleman. Melihat
permasalahan tersebut, maka dibutuhkan sebuah data awal, yaitu data yang
nantinya berupa konversi nilai qc dengan N-SPT, sehingga dapat memberikan
informasi awal mengenai kondisi dan daya dukung tanah khususnya di Jalan
Yogyakarta-Solo, Kecamatan Depok dan Kalasan, Sleman, Yogyakarta.
Penelitian ini dilakukan untuk mencari nilai daya dukung tiang dengan
menggunakan metode Schmertmann-Nottingham untuk data CPT dan metode
Meyerhoff untuk data SPT maupun data laboratorium, dan korelasi SPT-CPT.
Tipe tiang yang digunakan dalam perhitungan adalah tiang pancang berbentuk
persegi dengan dimensi 25 cm, 30 cm, 35 cm, dan 40 cm, dan tiang bor berbentuk
lingkaran berdiameter 60 cm, 80 cm, dan 100 cm.
Hasil analisis pengujian menunjukkan bahwa perhitungan daya dukung
tiang dengan menggunakan tiga metode pengujian, yaitu pengujian SPT, CPT, dan
parameter hasil laboratorium, didapatkan nilai daya dukung tiang yang baik
adalah dari pengujian SPT dan CPT, sebab dalam perhitungan nilai yang didapat
dari pengujian SPT dan CPT adalah rata-rata atau hampir sama sedangkan dari
pengujian laboratorium nilainya yang terlalu kecil sehingga tidak ekonomis dalam
perencanaan pondasi. Sedangkan hasil korelasi SPT-CPT diperoleh dari data
Proyek Pembangunan Hotel Bintang 3 sebesar qc = 4,2946 N, untuk Proyek
Pembangunan Hotel Platinum Adi Sucipto sebesar qc = 4,5909 N dan Proyek
Pembangunan Showroom & Bengkel KIA Motor sebesar qc = 4,4452 N. Korelasi
rata-rata yang didapat dari tiga proyek yang dianalisis sebesar qc = 4,39 N.