Abstract :
Meningkatnya jumlah kendaraan bermotor di Tana Toraja ditandai dengan
berkurangnya penggunaan angkutan umum sebagai sarana transportasi. Akibatnya
jumlah penumpang angkutan umum menurun yang berdampak pada banyaknya
armada yang beroperasi dengan sedikit penumpang.
Pengumpulan data sekunder meliputi peta rute dan jumlah armada angkutan
antarkota. Pengumpulan data primer berupa kinerja angkutan antarkota yang
meliputi: jumlah penumpang, waktu tiba,, panjang trayek, dan pembagian kuesioner
kepada 100 penumpang. Pengumpulan data dilakukan pada hari Senin, Selasa, dan
Rabu. Standar kinerja berdasarkan standar dinas perhubungan. Pengukuran kepuasan
responden menggunakan metode Importance Performance Analysis.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa angkutan antarkota tidak melakukan
penyimpangan rute. Rata-rata jumlah penumpang adalah 13,67. Nilai load factor ratarata
sebesar 24,38 %. Kecepatan rata-rata adalah 29,47 km/jam. Headway rata-rata
sebesar 0,88 menit. Jumlah armada mengalami kelebihan armada. Dari hasil
kuesioner disimpulkan bahwa faktor-faktor yang menurut responden harus
ditingkatkan karena belum memuaskan meliputi sikap sopir dalam menjalankan
angkutannya, lamanya waktu keberangkatan, serta tarif angkutan.