Abstract :
Jembatan Ampera merupakan jembatan penyebrangan sungai satu-satunya
yang berada di Kota Palembang yang saat ini tingkat kemacetan lalu lintas semakin
meningkat. Untuk mengantisipasi tingginya kemacetan, Pemerintah Sumatera
Selatan berencana membangun Jembatan Musi VI.
Jembatan Musi VI direncanakan menggunakan konstruksi baja dengan
sistem rangka pelengkung, dengan pertimbangan bentang Sungai Musi yang
memiliki lebar ±350 meter. Total bentang jembatan adalah 400 meter dan lebar lalu
lintas rencana 7 meter dengan lebar total jembatan 10,5 meter. Jembatan dibagi
menjadi 3 bentang yaitu bentang utama 200 meter dan dua bentang samping 100
meter. Tinggi rangka utama (rangka lengkung) pada bentang 200 meter adalah 46
meter. Perancangan struktur jembatan mengacu pada peraturan SNI T-02-2005
tentang standar pembebanan untuk jembatan, SNI T-03-2005 tentang Perencanaan
Struktur Baja untuk Jembatan, SNI T-12-2004 tentang Perencanaan Struktur Beton
untuk Jembatan, SNI 2833:2008 tentang Standar Perencanaan Ketahanan Gempa
untuk Jembatan dan Bridge Management System Tahun 1992 (Bridge Design Code
dan Bridge Design Manual) yang dirangkum dalam Peraturan Perencanaan Teknik
Jembatan.
Perancangan struktur jembatan meliputi perencanaan sandaran, trotoar,
lantai jembatan, gelagar jembatan, rangka pemikul utama, ikatan angin dan
perhitungan sambungan. Metode perencanaan komponen struktur jembatan
didasarkan pada cara Perencanaan Beban dan Kekuatan Terfaktor (PBKT),
sedangkan untuk kombinasi beban rencana digunakan kombinasi beban dalam batas
ultimit dan batas daya layan. Beban gempa dinamis direncanakan untuk jembatan
yang berada di wilayah gempa 4 (empat). Perancangan struktur dilakukan dengan
bantuan program SAP2000 (Structure Analysis Program) dan hasil analisis program
dilanjutkan pada perancangan setiap elemen struktur yang meliputi perhitungan
kekuatan penampang dan pemeriksaan terhadap batas kekuatan yang diijinkan serta
perhitungan sambungan. Penggunaan dimensi baja profil pada analisis elemen
struktur telah diidealisasi untuk kemudahan pelaksanaan di lapangan dan
selanjutnya diterjemahkan ke dalam gambar rencana struktur jembatan.