Institusion
Universitas Atma Jaya Yogyakarta
Author
Pamungkas, Siswanto Sigit
Subject
Struktur
Datestamp
2015-08-03 08:32:31
Abstract :
Pelat lantai merupakan salah satu elemen struktur yang berfungsi untuk
menahan dan meneruskan beban dari struktur di atasnya seperti beban hidup,
beban mati, dan dinding. Komponen penyusun pelat lantai terdiri dari beton,
tulangan tarik, tulangan desak, dan tulangan susut. Tulangan tarik dan tulangan
desak digunakan untuk menahan momen lentur sedangan tulangan susut
digunakan untuk meminimalisir retak beton akibat volume susut beton.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi eksperimental
yaitu dengan melakukan percobaan langsung di laboratorium. Penelitian bertujuan
untuk menemukan bentuk penampang pelat pracetak yang telah dianalisis
sehingga mampu menahan beban yang akan ditentukan. Benda uji yang digunakan
dalam penelitian ini dibedakan menjadi 2 kelompok. Kelompok pertama adalah
benda uji beton silinder dengan ukuran diameter 150 mm dan tinggi 300 mm
berjumlah 3 buah, dengan rincian setiap 1 benda uji silinder beton diambil pada
pengadukan untuk membuat 1 benda uji pelat beton pracetak. Benda uji silinder
beton digunakan untuk pengujian kuat desak. Sedangkan kelompok kedua adalah
benda uji pelat beton pracetak yang berjumlah 3 buah, dimana 3 benda uji tersebut
menggunakan bentuk penampang dengan rongga trapesium yang telah dianalisis
dan menggunakan tulangan 1 arah berdiameter 6 mm dan 8 mm. Pengujian semua
benda uji setelah mencapai umur 28 hari.
Hasil penelitian menunjukkan perbandingan antara hasil analisis dengan
hasil pengujian di lapangan Rata ? rata beban maksimum yang mampu diterima
oleh pelat setelah diuji adalah 2016,83 kg, sedangkan rata ? rata beban maksimum
pelat hasil analisis teori adalah 2885,5 kg. Nilai tegangan lentur pelat hasil
pengujian secara berurutan mulai dari PL1, PL2, dan PL3 adalah 2,152 MPa,
2,768 MPa, dan 2,622 MPa, sedangkan hasil secara analisis secara berurutan
adalah 3,502 MPa, 3,696 MPa, dan 3,593 MPa.