Abstract :
Beton ringan merupakan salah satu pengembangan teknologi beton dalam
bidang konstruksi saat ini, banyak penelitian yang dilakukan untuk memperbaiki
sifat-sifat dari beton itu sendiri. Salah satu perlakuan untuk memperbaiki sifat dari
beton ialah dengan menambahkan serat kedalam beton. Serat dapat berupa serat
alami ( ijuk, serat bambu) atau serat kaca. Beton ringan semakin dilirik pada saat
ini, dikarenakan beton ini memiliki berat yang ringan. Sehingga dapat mengurangi
berat sendiri dari elemen tersebut bila digunakan dalam konstruksi. Untuk
memperoleh beton yang ringan dapat digunakan agregat yang ringan seperti batu
apung (pumice), perlit, fly Ash, batu lempung.
Pada penelitian ini akan ditinjau pengaruh fiber glass pada beton ringan
yang menggunakan agregat kasar berupa batu apung (pumice), terhadap daya
layan kuat tekan beton dan juga kuat lentur. Pada penelitian ini digunakan volume
fraksi fiber glass sebesar 0% ; 0,2% ; 0,4% ; 0,6% terhadap volume beton.
Pembuatan benda uji dilakukan dengan cetakan silinder diameter 15 cm dan tinggi
30 cm untuk pengujian kuat tekan. Benda uji berupa balok dengan dimensi
panjang 50 cm, lebar 10 cm, tinggi 10 cm untuk pengujian lentur. Pengujian
dilakukan pada umur beton 28 hari.
Berdasarkan pengujian yang dilakukan nilai kuat tekan volume fraksi fiber
glass 0%, 0,2%, 0,4%, 0,6% berturut-turut adalah 10,8687 MPa, 9,6106 MPa,
7,5065 MPa, 7,7065 MPa. Terjadi penurunan nilai kuat tekan berturut-turut mulai
dari volume fraksi fiber glass 0,2 % sampai 0,6 % sebesar 11,575% ; 30,93% ;
29,09%. Sedangkan nilai kuat lentur beton dengan volume fraksi fiber glass 0%,
0,2%, 0,4%, 0,6% berturut-turut adalah sebesar 2,8606 MPa ; 3,1814 MPa ;
3,3146 MPa ; 3,6154 MPa. Terjadi peningkatan nilai kuat lentur berturut-turut
mulai dari volume fraksi fiber glass 0,2 % sampai 0,6 % sebesar 11,2144% ;
15,870% ; 26,3860%. Kuat lentur tertinggi dicapai pada volume fraksi fiber glass
0,6 % sebesar 3,6154 MPa.