Abstract :
Museum sebagai sebagai lembaga non-profit yang bersifat permanen yang melayani masyarakat
dan perkembangannya, terbuka untuk umum, yang bertugas untuk mengumpulkannya, untuk
umum, yang bertugas untuk mengumpulkan, melestarikan, meneliti, mengkomunikasikan, dan
memamerkan warisan sejarah kemanusiaan yang terwujud dan tak terwujud berserta
lingkungannya, untuk tujuan pendidikan, penelitian dan hiburan. Sebagai museum cagar budaya
image yang terlihat adalah membosankan karena paradigma orang museum cagar budaya hanya
akan menyuguhkan benda-benda peninggalan.
Meseum cagar budaya perlu adanya penekanan yang baru diluar aspek edukatif. Penekana ini
sebagai penyeimbang agar aspek edukatif tidak membosankan dan lebih interaktif. Dengan
penekanan baru ini diharapkan orang memiliki paradigma baru mengenai museum. Penekanan
yang mampu menjadi penyeimbang adalah aspek rekreatif. Maka, museum cagar budaya ini
memiliki sifat rekreatif didalam kegiatan edukasi.
Museum yang rekreatif dan edukatif sesuai dengan pola tatanan Situs Candi Ratu Boko.
Penyesuaian pola tatanan ini menjadi wujud penyelarasan pola tatanan dari dengan Situs Candi
Ratu Boko yang berada di sisi utara lokasi museum cagar budaya. Lokasi yang merupakan
kawasan cagar budaya ini menuntut agar adanya penyelarasan pola tatanan sebagai pendekatan
yang mampu memberikan penghubung anatar museum dan situs candi ratu boko.