Abstract :
Keputusan pembelian yang dilakukan tanpa rencana dikenal dengan istilah
impulsive buying. Perilaku pembelian impulsif yang dilakukan konsumen
merupakan sebuah tindakan yang menguntungkan perusahaan. Ini disebabkan
karena konsumen membeli begitu saja suatu produk tanpa alasan yang jelas. Oleh
sebab itu pihak manajemen perusahaan/pemasar harus mampu menstimuli
pembelian impulsif.
Pembelian impulsif dapat terjadi (dilakukan) pada siapapun. Pembelian
impulsif bisanya terjadi saat konsumen tertarik untuk memiliki suatu produk yang
dilihatnya. Faktor pribadi/personal merupakan salah satu faktor dominan yang
menstimuli pembelian impulsif. Pembelian impulsif dipengaruhi oleh pola gaya
hidup atau life style, involvement dan hedonic shopping value
Penelitian dilakukan untuk menganalisis penilaian konsumen pada
variabel shopping life style, fashion involvement, hedonic shopping value dan
impulsive buying behavior. Selain itu, penelitian ini juga dilakukan untuk menguji
pengaruh shopping life style, fashion involvement dan hedonic shopping value
terhadap impulsive buying behavior. Data penelitian dikumpulkan melalui
penyebaran kuesioner pada 135 orang remaja di Yogyakarta dalam pembelin
produk-produk aksesoris.
Hasil penelitian diketahui bahwa, konsumen memiliki shopping life style,
fashion involvement, hedonic shopping value dan impulsive buying behavior yang
tinggi. Shopping life style, fashion involvement dan hedonic shopping value
memiliki pengaruh yang positif dan signifikan dalam meningkatkan impulsive
buying behavior.