Abstract :
Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh Ramadhan Effect pada volatilitas
return di Bursa Efek Indonesia, Malaysia, dan Pakistan periode 2009 ? 2013. Data yang
digunakan merupakan data sekunder yang bersumber dari www.finance.yahoo.com.
Data sekunder yang digunakan dalam penelitian ini berupa harga adjusted close harian
dari indeks JKSE, KLSE, dan KSE 100. Data harga kemudian diolah untuk menghitung
return harian. Return harian setiap indeks yang telah dihitung akan digunakan untuk
untuk mengetahui pengaruh Ramadhan Effect pada volatilitas return di Bursa Efek
Indonesia, Malaysia, dan Pakistan dengan menggunakan metode GARCH (1,1).
Sebelum melakukan pengujian dengan metode GARCH (1,1), data return harian setiap
indeks akan dilakukan beberapa pengujian awal terlebih dahulu seperti uji stasionaritas
data dengan uji Augmented Dickey Fuller dan uji kesesuaian penggunaan model
GARCH dengan uji ARCH ? LM.
Hasil penelitian ini menemukan bahwa terdapatnya pengaruh Ramadhan Effect pada
volatilitas return di Bursa Efek Indonesia (JKSE) dan Malaysia (KLSE), sedangkan
tidak terdapatnya pengaruh Ramadhan Effect pada volatilitas return di Bursa Efek
Pakistan (KSE 100). Penelitian ini juga menemukan bahwa tidak terdapatnya pengaruh
Ramadhan Effect pada mean return indeks JKSE, KLSE, dan KSE 100. Berdasarkan
deskriptif statistik ketiga indeks, KLSE yang merupakan indeks pada Bursa Efek
Malaysia memiliki tingkat volatilitas return tertinggi di antara kedua indeks lainnya
yaitu JKSE dan KSE 100. Indeks yang memiliki tingkat volatilitas return terendah
adalah indeks KSE 100 dari Bursa Efek Pakistan. Berdasarkan hasil penelitian tersebut,
dapat disimpulkan bahwa Ramadhan Effect merupakan salah satu faktor yang dapat
mempengaruhi tinggi rendahnya tingkat volatilitas sebuah return saham dan indeks.