Institusion
Universitas Atma Jaya Yogyakarta
Author
KRISMAWATI, SISILIA VIKA DWI
Subject
Produksi
Datestamp
2015-08-12 12:38:26
Abstract :
UD. Sejati Plywood merupakan sebuah perusahaan yang memproduksi multiplek
dengan bahan baku veneer. Ketebalan veneer yang digunakan adalah 2 OPC,
2.5 OPC, 2.7 OPC, 2 MK, 2.3 MK, dan 2.5 MK. Veneer-veneer tersebut dibeli ke
beberapa supplier dengan harga, jumlah maksimal veneer yang dapat dikirim
dalam sekali pemesanan, dan lead time yang berbeda-beda. Banyaknya jumlah
veneer yang dibeli menyebabkan terjadinya penumpukkan veneer di gudang dan
menyebabkan biaya simpan yang tinggi. Veneer 2 OPC dan 2 MK bersifat basah,
dan veneer lainnya bersifat kering. Pengeringan dilakukan dengan menggunakan
mesin pribadi dan pengerajin. Biaya pengeringan di mesin pribadi lebih rendah
dibandingkan dengan biaya pengeringan di pengerajin. Namun pengeringan
menggunakan mesin tidak mampu untuk mengeringkan seluruh veneer yang
basah. Banyaknya veneer yang dibeli menyebabkan UD. Sejati Plywood
mengeringkan veneer di pengerajin dengan biaya pengeringan yang tinggi.
Selain veneer, permasalahan terjadi pada jumlah multiplek yang akan diproduksi.
Pada keadaan aktual jumlah produksi multiplek selain 8 mm tidak mampu untuk
memenuhi seluruh permintaan multiplek.
Pembelian veneer akan dianalisis dengan menggunakan software Microsoft
Excel dan dibentuk 3 skenario agar diperoleh hasil simulasi terbaik. Skenarioskenario
yang digunakan adalah ROP dengan Q target, ROP dengan Q target
dikurangi stok veneer hari sebelumnya, dan Periodik dengan Q target dikurangi
stok veneer hari sebelumnya. Analisis tersebut dilakukan dengan melihat ratarata
total biaya untuk masing-masing ketebalan veneer, sedangkan jumlah
produksi multiplek direncanakan dengan mengubah buffer stock minimal dan
maksimal.
Hasil simulasi pembelian veneer terbaik diperoleh berdasarkan kombinasi ketiga
skenario. Veneer dengan ketebalan 2 OPC dipesan dengan mengacu pada
skenario kedua. Veneer 2,7 OPC, 2 MK, dan 2.3 MK dipesan dengan mengacu
pada skenario ketiga. Veneer 2,5 OPC, dan 2.5 MK dipesan dengan mengacu
pada skenario pertama. Simulasi hasil terbaik memberikan rata-rata total biaya
keseluruhan yang lebih rendah dibandingkan dengan keadaan aktual.
Persentase selisih biaya persediaan adalah 18,31% untuk setiap harinya.
Rencana produksi terbaik diperoleh dengan menaikkan buffer stock minimal dan
maksimal agar seluruh permintaan multiplek dapat terpenuhi.