Abstract :
Penelitian ini dilakukan pada perokok dewasa di Yogyakarta, karena selain terpaan iklan
pictorial warning di media televisi, jumlah iklan outdoor di Yogyakarta banyak dijumpai
pada sudut-sudut kota. Iklan outdoor memiliki kelebihan, karena iklan outdoor dilihat
oleh sebagian besar audiens yang bergerak, misalnya saat seseorang pengendara atau
pejalan kaki yang dewasa, dimana seseorang yang sudah dewasa (umur 25-45) memiliki
karakteristik kemandirian ekonomi dan kemandirian dalam membuat keputusan lebih
mampu berpikir dan mengambil sikap dalam menentukan pilihan dibandingkan dengan
anak-anak remaja dan menjadikan sesuatu sebuah pilihan berhenti merokok atau tidak
karena pertimbangan kesehatan, di mana orang dewasa lebih paham akan masalah dan
fungsi kesehatan dibandingkan dengan anak remaja. Tujuan dalam penelitian ini adalah :
untuk mengetahui pengaruh terpaan iklan televisi pictorial warning rokok terhadap sikap
untuk berhenti merokok pada perokok dewasa di Kota Yogyakarta.
Jenis penelitian ini adalah penelitian eksplanatif. Sampel yang diambil dalam penelitian
ini adalah sebagian perokok dewasa menurut WHO (umur 25-45) di Kota Yogyakarta
yaitu di Kawasan Maliboro. Melihat jumlah populasi yang besar, maka jumlah sampel
dalam penelitian ini diambil 100 orang. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini
adalah probability sampling dengan metode cluster sampling. Analisis Regresi Linier
Sederhana dalam penelitian ini digunakan untuk mengetahui bagaimana pengaruh terpaan
iklan pictorial warning rokok terhadap sikap perokok dewasa berhenti merokok.
Hasil analisis Regresi Linier menunjukkan bahwa variabel terpaan iklan televisi pictorial
warning pada rokok mempunyai pengaruh positif terhadap sikap untuk berhenti merokok
pada perokok dewasa di Kota Yogyakarta dengan nilai probabilitas t-hitung 0,000 < Level of
Significant = 0,05. Hasil analisis regresi diperoleh R2 sebesar 0,121, artinya variabel
dependen Y dalam model yaitu sikap untuk berhenti merokok pada perokok dewasa di
Kota Yogyakarta dijelaskan oleh variabel independen yaitu terpaan iklan televisi pictorial
warning pada rokok (X) sebesar 12,1%, sedangkan sisanya sebesar 87,9% dijelaskan oleh
variabel lain di luar model, misalnya kampanye rokok, dampak buruk merokok,
kesadaran, dll. Diketahui bahwa kebanyakan responden 44,0% menilai ?Tinggi? variabel
Terpaan iklan televisi pictorial warning pada rokok perokok dewasa menurut WHO
(umur 25-45) di Kota Yogyakarta. Diketahui bahwa kebanyakan responden 55,0%
menilai ?Tinggi dan Sangat Tinggi? variabel sikap untuk berhenti merokok pada perokok
dewasa di Kota Yogyakarta.