Institusion
Universitas Atma Jaya Yogyakarta
Author
PRATIWI, HYASHINTA AMADEUS ONEN
Subject
Jurnalisme
Datestamp
2015-08-24 11:53:30
Abstract :
Pada pemilu Indonesia 2014, Prabowo mencalonkan diri sebagai
presiden. Pemilu ini tidak hanya diliput oleh media lokal atau nasional, tetapi juga
media asing. Harian International New York Times edisi Asia Kamis (27/3/2014)
menurunkan berita serta foto Prabowo di halaman satu mereka. Isi berita itu
menyiratkan kekhawatiran pegiat HAM soal masa lalu Prabowo yang pernah
menculik aktivis. Portal berita online NYTimes.com pun menyebut Amerika
Serikat keberatan Prabowo menjadi presiden. Pemberitaan dari NYtimes.com
tersebut menciptakan reaksi baik dari publik maupun media massa di Indonesia
dan sedikitnya ada delapan portal media online di Indonesia yang
memberitakannya.
Apa yang ditulis oleh New York Times tidak hanya dibaca oleh orang
asing tetapi juga menjadi sumber berita bagi media nasional. Dengan kata lain
frame yang dibangun oleh NYTimes.com tentang kredibilitas Prabowo juga
berpengaruh pada masyarakat Indonesia yang membaca portal berita di atas.
Konsep kredibilitas dipilih karena menjadi salah satu hal penting dalam diri para
calon presiden. Penelitian ini bersifat deskriptif kualitatif, menggunakan teknik
analisis framing dari Pan dan Kosicki pada level teks, serta teori proses framing
oleh Dietram A. Scheufele pada level konteks.
Dari temuan di analisis teks dan konteks didapatkan hasil penelitian
bahwa NYTimes.com membentuk kredibilitas Prabowo secara negatif dari segi
keterpercayaan kaitannya dengan kasus pelanggaran HAM yang diduga
melibatkannya. Hal ini membuat elemen kompetensi menjadi tidak terlalu
menonjol. Selain itu Jokowi dari segi tingkat keterpercayaan dianggap
mempunyai tingkat keterpercayaan lebih tinggi dibanding Prabowo. Selain itu
Prabowo mempunyai niat baik lewat programnya, walaupun elektabilitas Prabowo
naik karena kampanye hitam, bukan hanya karena program atau visinya.
Setelah penelitian ini dilakukan, saran yang diberikan untuk penelitian
selanjutnya adalah penelitian ini masih bisa disempurnakan lagi, baik secara
teoritis dengan menggunakan konsep lain selain kredibilitas, seperti profiling atau
hanya menggunakan dimensi keterpercayaan, membandingkan dengan media lain,
dan menganalisis foto secara lebih detil maupun secara praktik dengan melakukan
wawancara pada narasumber secara tatap muka agar lebih interaktif dan lengkap
serta melibatkan native speaker dari AS untuk memahami frasa, kata, dan idiom
dalam Bahasa Inggris.