Abstract :
Dengan menggunakan metode studi kasus pada Himpunan Pedagang Pasar Klewer (HPPK),
penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dinamika komunikasi kelompok dalam proses
pengambilan keputusan pada kasus Himpunan Pedagang Pasar Klewer Surakarta pasca
kebakaran 27 Desember 2014 berdasarkan groupthink theory. Selain itu, penelitian ini
bertujuan untuk mengidentifikasi aspek dinamika komunikasi kelompok Himpunan Pedagang
Pasar Klewer Surakarta.
Dinamika komunikasi kelompok dalam penelitian ini didefinisikan sebagai aktivitas yang
dilakukan ketika dua atau lebih orang menyampaikan pesan secara tatap muka dan mereka
menyadari keberadaan anggota lain di dalam kelompok serta adanya kesamaan kepentingan
yang dinyatakan sebagai tujuan untuk mencapai kesepakatan bersama. Keputusan yang
diambil dalam kelompok Himpunan Pedagang Pasar Klewer Surakarta pasca kebakaran 27
Desember 2014 melibatkan dinamika komunikasi di dalamnya dan melewati beberapa tahapan
proses yang dianalisis berdasarkan groupthink theory. Groupthink theory merupakan teori
penelitian Irving Janis yang mengungkapkan bahwa ketika anggota kelompok memiliki nasib
yang sama, mereka sangat menjunjung tinggi adanya kohesivitas, karena dipengaruhi oleh
kesamaan perasaan yang dimiliki oleh anggota kelompok atau investasi emosional, sehingga
pada akhirnya mereka cenderung untuk mempertahankan identitas kelompok.
Penelitian ini merupakan jenis penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif.
Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan teknik wawancara mendalam, observasi
non-partisipatif, dan riset dokumen resmi. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan,
dinamika komunikasi kelompok HPPK dalam proses pengambilan keputusan menunjukkan
adanya asumsi dan gejala groupthink. Pengurus dan anggota merasa memiliki satu nasib yang
sama sebagai bagian dari Pasar Klewer pasca kebakaran. Dalam pengambilan keputusan
mereka melewati tahap pengenalan masalah dan penemuan fakta di lapangan, rapat koordinasi
baik secara kepengurusan maupun keanggotaan, dan penentuan keputusan akhir. Kondisi
groupthink terlihat jelas pada keanggotaan yang tidak banyak memberikan sanggahan terhadap
pendapat yang disampaikan oleh pengurus atau wakil pedagang yang aktif.