Abstract :
Hadirnya media online membuat pilihan baru bagi masyarakat dalam mencari informasi.
Keperluan mengakses berita atau informasi yang cepat dan akurat tidak terelakkan lagi. Cepat,
singkat, padat, dan jelas menjadi karakter media online dalam menyampaikan informasi. Letusan
Merapi pada Oktober 2010 termasuk salah satu peristiwa bencana alam yang menyita perhatian
masyarakat Indonesia. Pemberitaan bencana ini ramai diberitakan di berbagai media massa.
Media online Detikcom salah satunya. Dalam setiap pemberitaan yang dibuat oleh Detikcom
tentunya memiliki efek yang tidak hanya sekedar ingin memberikan pengetahuan baru kepada
pada khalayak, namun juga ingin merubah perilaku khalayak dari adanya bencana Merapi ini.
Perilaku yang dimaksud bisa berupa uluran tangan untuk membantu korban bencana secara
langsung atau bisa saja membuat khalayak beranjak dari Yogyakarta untuk menyelamatkan diri.
Efek dari pemberitaan media online dalam mempengaruhi perilaku khalayak menjadi menarik
untuk diteliti. Apakah perubahan perilaku khalayak hanya dipengaruhi oleh berita, ataukah ada
faktor lain. Dalam teori Stimulus ? Oganism ? Response dijelaskan bagaimana pengaruh media
dapat memberikan efek kognitif, afektif dan konatif. Tujuan dari penelitian ini adalah
mengetahui apakah ada efek pemberitaan bencana Merapi di Detikcom terhadap perilaku
Mahasiswa yang tergabung dalam Ikatan Mahasiswa Indonesia (IKAMI) Sulawesi Selatan di
Yogyakarta.
Hasil penelitian dalam uji signifikan menunjukkan bahwa nilai F hitung = 2,538 < F tabel = 3,14,
maka Ho diterima atau Ha ditolak. Artinya hasil penelitian menunjukkan adanya pengaruh secara
signifikan antara efek pemberitaan Detikcom tentang merapi terhadap perilaku mahasiswa yang
tergabung dalam Ikatan Mahasiswa Indonesia (IKAMI) Sulawesi Selatan di Yogyakarta. Dalam
penelitian ini juga diperoleh hasil bahwa efek afektif menjadi faktor yang paling berpengaruh
dalam mempengaruhi perilaku mahasiswa. Efek kognitif dan konatif memiliki pengaruh namun
tidak signifikan.