Institusion
Universitas Atma Jaya Yogyakarta
Author
Nitbani, Acista Lusitania Kristine
Subject
Public Relations
Datestamp
2015-08-25 09:58:39
Abstract :
Perubahan iklim dan pemanasan global saat ini telah menjadi isu global. Di Indonesia
dampaknya dapat menyebabkan kekeringan, kemarau panjang, dan kerusakan
lingkungan. Lahan gambut yang basah dapat berfungsi untuk menyimpan karbon di
dalam tanah. Indonesia memiliki hutan hujan tropis dan hutan lahan gambut terbesar
kedua setelah Amazone yang berfungsi untuk menyimpan karbon. Hal ini berarti
perlindungan bagi lahan gambut dapat menjadi salah satu upaya untuk mengurangi
emisi. Namun saat ini lahan hutan gambut semakin kering dan menyebabkan
kebakaran hutan yang terlah terjadi selama 17 tahun belakangan. Hal ini yang
menggugah Greenpeace Indonesia sebagai organisasi kampanye global untuk terus
mendorong pemerintah melakukan perlindungan total terhadap lahan gambut.
Greenpeace Indonesia aktif melakukan kampanye dan lobi politik untuk dapat
memengaruhi kebijakan pemerintah. Menyambut pemerintahan Presiden Jokowi dan
kabinet kerja yang baru, Greenpeace Indonesia bersama dengan dua LSM lain dan
perwakilan masyarakat Riau mengajak Jokowi untuk blusukan ke lahan gambut
melalui program ?Jokowi Blusukan Asap?. Dalam penelitian ini, penulis meneliti
mengenai proses lobi yang dilakukan Greenpeace Indonesia ke pemerintah dengan
melakukan wawancara ke informan I dan II selaku penanggung jawab (project
leader) dan Kepala Greenpeace Indonesia. Selain itu, penulis juga menggunakan
analisis terhadap data dokumentasi berupa video dan berita.
Proses lobi dilakukan setelah melewati tiga tahapan yaitu analisis masalah,
perencanaan strategi, pelaksanaan strategi/program. Keberhasilan proses lobi terjadi
karena diantara kedua pihak telah mencapai kesamaan makna akan pentingnya perlindungan lahan gambut. Selain itu, pemilihan waktu yang tepat dan komunikasi
politik Jokowi mendukung pencapaian tujuan program Jokowi Blusukan Asap.