Abstract :
Indonesia merupakan sebuah negara kepulauan yang menyimpan tidak kurang dari 139 gunung
berapi aktif yang berpotensi untuk meletus. Gunung Merapi yang terletak di perbatasan Sleman,
Daerah Istimewa Yogyakarta dan Magelang Jawa Tengah merupakan salah satunya. Tepat pada 26
Oktober 2010, Merapi kembali meletus dan mengakibatkan adanya hujan abu. Hujan abu yang terus
turun menyebabkan jalanan tertutup abu hamper setebal 1cm dan menganggu aktivitas di bandara
Adisutjipto Yogyakarta karena menyebabkan landasan pacu tertutup dan membahayakan aktivitas
penerbangan. Oleh karena itu, PT Angkasa Pura I Bandara Adisutjipto Yogyakarta memutuskan
untuk menutup sementara bandara. Penutupan bandara akibat abu vulkanik Merapi mendapat sorotan
baik dari media cetak maupun elektronik, terutama ditujukan kepada PT Angkasa Pura I bandara
Adisutjipto Yogyakarta sebagai pihak yang memiliki otoritas terhadap bandara. Pemberitaan itu bisa
saja bernada positif, negatif, maupun netral dan akan berdampak pada citra dari PT Angkasa Pura I
Bandara Adisutjipto Yogyakarta. Media memiliki kekuatan untuk mempengaruhi persepsi publik dan
sebagai pihak ketiga antara organisasi dan publik yang dapat merepresentasikan citra. Apa yang
menjadi penting bagi media maka akan menjadi penting pula bagi publik.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui citra PT Angkasa Pura I Bandara Adisutjipto Yogyakarta
dalam surat kabar terkait pemberitaan mengenai penutupan bandara. Peneliti menggunakan metode
analisis isi kuantitatif untuk melihat kecenderungan isi pesan dalam pemberitaan tersebut. Melalui
kecenderungan tersebut dapat terlihat seperti apa media menggambarkan atau mencitrakan PT
Angkasa Pura I Bandara Adisutjipto Yogyakarta. Penelitian ini menggunakan dua kategori yaitu fisik
berita dan isi berita.
Dari hasil penelitian diketahui bahwa kecenderungan pemberitaan adalah format straight news, posisi
berita di halaman depan, termasuk dalam kategori berita panjang, focus berita pada upaya yang
dilakukan PT Angkasa Pura I bandara Adisutjipto Yogyakarta, memiliki kelengkapan unsur 5W dan
1H, tidak memuat foto, tidak digabung dengan berita lain, narasumber eksternal, tone positif, angle
perusahaan, dan atribut kesempurnaan kerja. Dalam surat kabar, PT Angkasa Pura I Bandara
Adisutjipto Yogyakarta digambarkan secara positif sebagai perusahaan yang bertanggung jawab
yang selalu mengutamakan keselamatan dan keamanan penumpang dengan melakukan berbagai
tindakan konkrit dan teliti dalam mengambil setiap keputusan terkait dengan penutupan bandara
tersebut.