Abstract :
Komunikasi terapeutik merupakan interaksi bersama antara tenaga kesehatan
dan pasien yang bertujuan untuk menyelesaikan masalah yang dihadapi oleh
pasien dalam konteks interpersonal, salah satunya hubungan antara psikolog
dengan kliennya. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh komunikasi interpersonal
yang memiliki kualitas guna menciptakan hubungan interaksi yang bermakna
jujur dan memuaskan melalui keterbukaan, empati, sikap mendukung, sikap
positif, yang dilakukan oleh psikolog dalam mencapai kepuasan komunikasi
kliennya melalui tahapan konseling yang dilakukan di Unit Konsultasi
Psikologi (UKP) Universitas Gadjah Mada (UGM). Penelitian ini bertujuan
untuk mengetahui pengaruh kualitas komunikasi interpersonal terhadap
kepuasan komunikasi klien dalam konseling.
Penelitian ini menggunakan teori komunikasi interpersonal dan tahapan
konseling yang dilakukan dengan menggunakan jenis penelitian kuantitatif,
yang bertujuan untuk mengetahui adanya hubungan sebab akibat antar
variabel-variabel terhadap suatu obyek penelitian. Metode penelitian yang
digunakan yaitu survey, dengan menyebarkan kuesioner kepada klien UKP
UGM sebagai responden dalam penelitian ini.
Hasil penelitian menunjukkan ada pengaruh kualitas komunikasi interpersonal
psikolog (X) terhadap kepuasan komunikasi klien dalam konseling (Y) yang
cukup berarti dengan nilai korelasi r = 0,480. Sementara itu, setelah dikontrol
oleh keterbukaan diri klien (Z), ada pengaruh kualitas komunikasi
interpersonal psikolog yang dikontrol keterbukaan diri terhadap kepuasan
komunikasi klien dalam konseling, namun melemah dengan nilai korelasi r =
0,432 yang konsisten berada dalam kategori hubungan cukup berarti.
Penelitian ini membuktikan kebenaran hipotesis peneliti bahwa ada pengaruh
kualitas komunikasi interpersonal psikolog terhadap kepuasan komunikasi
klien dalam konseling.