Abstract :
Tortilla chips merupakan salah satu pangan olahan jagung, dimana menurut
sifat fisiknya dapat dikelompokan dalam jenis makanan ringan (snack food) tinggi
karbohidrat. Dalam proses pembuatannya, karena umumnya dibuat tanpa
penambahan bahan lain selain bahan baku utama yakni jagung dan bumbu masak,
maka produk ini pada dasarnya memiliki kandungan gizi yang rendah terutama
protein. Mengingat rendahnya protein nabati pada kebanyakan makanan ringan
sebagai pangan karbohidrat, maka olahan kepala udang dalam bentuk tepung
dapat menjadi salah satu bahan alternatif tinggi protein hewani yang diharapkan
tidak hanya mampu melengkapi ketersediaan protein nabati pada jagung dan
asupan protein tetapi juga mampu meningkatkan penerimaan masyarakat akan
pangan diversifikasi siap saji (snack) yang identik dengan junk food. Tujuan
penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penambahan tepung kepala
udang yang tepat untuk menghasilkan tortilla chips dengan kualitas paling baik
dilihat dari segi fisik, kimia, mikrobiologi maupun organoleptiknya. Percobaan
dilakukan melalui 4 perlakuan dengan tiga kali ulangan, dimana kombinasi jagung
: tepung kepala udang masing-masing sebesar 100:0%, 90:10%, 80:20%, dan
70:30%. Tortilla chips yang dihasilkan dianalisis secara statistik menggunakan
ANOVA dengan menggunakan rancangan percobaan yakni rancangan acak
lengkap (RAL) dan rancangan acak lengkap faktorial (RALF). Hasil penelitian
menunjukkan bahwa penambahan tepung kepala udang memberi pengaruh nyata
terhadap sifat kimia, fisik, mikrobiologi maupun organoleptik chips. Tortilla chips
yang dihasilkan memiliki kadar air berkisar 1,50-2,67%, kadar abu 1,65-3,73%,
kadar lemak 14,36-18,20%, kadar protein 7,28-13,15%, karbohidrat 61,35-
74,88%, serat kasar 3,23-6,40%, tekstur 1363-2675 N/mm2, serta Angka Lempeng
Total maupun Angka Kapang Khamir yang sudah memenuhi standar SNI chips
sebagai makanan ringan (Snack). Tortilla chips dengan penambahan tepung
kepala udang sebesar 20% dengan proporsi jagung sebesar 80%, memiliki kualitas
paling baik jika ditinjau dari sifat kimia dan organoleptik (Rasa).