Institusion
Universitas Atma Jaya Yogyakarta
Author
Silitonga, Irna Marsaulina
Subject
Tekno Pangan
Datestamp
2019-01-16 03:11:54
Abstract :
Edible film telah menjadi altematif pengemas bahan pangan yang berkelanjutan. Keuntungan edible film yakni dapat dikonsumsi langsung bersama produk yang dikemas, tidak mencemari lingkungan, memperbaiki sifat organoleptik produk yang dikemas, sumplemen penambah nutrisi dan flavor, pewarna, dan antioksidaa Salah satu sumber pati yang dapat digunakan untuk membuat edible film adalah batang aren (Arenga pinna/a Merr.) dan temulawak (Curcuma xanthorizza Roxb.) yang selarna ini belum banyak dimanfaatkan. Penelitian ini bertujuan mengetahui kombinasi terbaik pati temulawak dan pati batang aren dalam menghasilkan edible film serta mengetahui kemampuan film dalam meningkatkan masa simpan buah anggur hijau. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kadar air, abu, lemak dan amilosa pati temulawak berturut turut sebesar 15,51, 0,71, 7,69 dan 30,3%, sedangkan pati aren memiliki kadar air sebesar 6,11%, kadar lemak sebesar 0,07 %dan kadar amilosa sebesar 28,8%. Kombinasi terbaik pati batang aren dan pati temulawak yakni 6:I dengan nilai transmisi uap air sebesar 0,000 I g.m.jam2, elongasifi/m 58428,87 N.m2, kuat tarik film 857,792 Kpa, ketebalanfi/m 0,13 mm dan kelarutan dalam air 0,004%. Pada taha pengaplikasian,film mengalami susut bobot sebesar 0,0078 g.hari.