Abstract :
Tumbuhan gambir (Uncaria gambir (Hunter) Roxb.) dikenal luas sebagai
bahan baku dalam kegiatan ?menyirih?, tumbuhan ini memiliki kandungan tanin,
fenol dan flavonoid yang tinggi. Kandungan tanin dari daun gambir memiliki
potensi sebagai antelmintik atau anti cacing. Penelitian ini bertujuan
membuktikan daya antelmintik ekstrak etanol fraksi etil asetat daun gambir
(EDG) terhadap Ascaridia galli secara in vitro dan in vivo dan mengukur secara
kuantitatif senyawa aktifnya. Rancangan penelitian yang digunakan adalah
rancangan acak kelompok faktorial dengan perlakuan variasi konsentrasi 25, 50,
dan 75 mg/ml. Analisis fitokimia menunjukkan EDG memiliki senyawa aktif
tanin sebesar 1890,989 mg/ml, total fenolik 1673,759 mg/ml, dan flavonoid
sebesar 2077,052 mg/ml. Penelitian menunjukkan bahwa secara in vitro EDG
memiliki LC50-12jam sebesar 45,662 mg/ml, LT50 pada 12,511 jam dan LT95 pada
22,425 jam, sedangkan secara in vivo EDG mampu mengurangi infeksi A. galli
pada ayam kampung (Gallus domesticus) pada konsentrasi 75 mg/ml.