Abstract :
Kadmium merupakan salah satu jenis logam berat yang berbahaya karena
berpotensi menimbullkan kerusakan lingkungan. Kadmium banyak digunakan
pada industri baterai, pigmen, dan elektroplating. Sifat kadmium tahan panas dan
tahan terhadap kororsi sehingga logam kadmium banyak digunakan untuk
elektrolisis, sebagai bahan pigmen untuk industri cat, enamel, dan plastik. Konsep
pemanfaatan tumbuhan untuk meremediasi tanah yang terkontaminasi polutan
adalah teknik pengolahan limbah yang murah, efisien, dan ramah lingkungan.
Tumbuhan yang digunakan adalah Calotropis gigantea, Willd dengan nama
umum biduri. Biduri merupakan jenis tumbuhan semak liar di daerah tropis dan
memiliki penyebaran luas, serta bukan termasuk tanaman pangan. Penlitian ini
bertujuan untuk mengetahui potensi biduri sebagai fitoremediator logam berat
kadmium dan pengaruh logam berat kadmium terhadap pertumbuhan biduri.
Tumbuhan biduri diberi perlakuan logam dengan konsentrasi 0 (kontrol), 250,
500, dan 750 ppm, dengan waktu pemaparan selama 28 hari. Pengujian daya serap
biduri terhadap logam kadmium diukur menggunakan Spektrofotometer Serapan
Atom. Hasil analisis akumulasi logam berat kadmium dengan konsentrasi yang
ditambahkan pada medium tanam sebesar 0, 250, 500, dan 750 ppm dalam
tanaman biduri berturut-turut adalah 0.473, 8.351, 33.436, dan 37.325 ppm.