Abstract :
Lean Constrction (LC) merupakan suatu cara baru dalam mengelola
konstruksi. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi persepsi kontraktor
terhadap LC, mengkaji kesulitan dalam mengimplementasikan LC, mengkaji
perbedaan persepsi antara kontraktor B dan M mengenai LC, dan mengidentifikasi
persepsi kontraktor terhadap waste dalam konstruksi.
Pengumpulan data dilakukan dengan menyebarkan kuisioner. Jumlah
responden yang terkumpul sebanyak 50 responden dari sepuluh kontraktor B dan
M. Hasil jawaban responden diolah dengan analisis deskriptif, dan dilanjutkan
dengan Kendall?s w Corcordance.
Hasil analisis deskriptif menunjukkan bahwa, secara umum persepsi
kontraktor terhadap LC adalah penerapan prinsip LC untuk proyek konstruksi. LC
pada tahapan konstruksi menurut persepsi kontraktor adalah manajemen resiko
pada tahap production planning. Kontraktor berpersepsi mengenai prinsip LC
adalah eliminate waste. Mereka berpendapat mengenai permasalahan inheren
adalah LC tidak menguntungkan perusahaan bila diterapkan. Persepsi responden
mengenai permasalahan implementasi adalah kurangnya SDM dan peralatan yang
mendukung dalam menerapkan LC. Jenis site waste menurut mereka adalah
semen. Menurut kontraktor, penyebab dominan timbulnya waste adalah tenaga
kerja yang tidak terlatih. Bentuk waste menurut mereka adalah conveyance. Hasil
uji Kendall?s, tingkat konkordansi antara kontraktor B dan M tertinggi terletak
pada persepsi umum kontraktor terhadap LC (0,974), dan terendah pada
permasalahan implementasi LC (0,214). Berdasarkan nilai asymp, disimpulkan
bahwa tidak terdapat persamaan persepsi antara kontraktor B dengan M mengenai
LC.