Abstract :
Tahu merupakan makanan yang memiliki kandungan gizi tinggi dan harga
yang murah, namun tahu adalah bahan pangan yang mudah busuk dan kerap
diawetkan dengan bahan kimia yang berbahaya bagi tubuh manusia, contohnya
adalah formalin. Oleh sebab itu diperlukan metode pengawetan tahu yang aman
dan efektif menggunakan bakteriosin dan atau asam laktat dari Lactobacillus sp.
yang diisolasi dari minuman yogurt. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk
mengetahui kemampuan bakteriosin dan atau asam laktat dari Lactobacillus sp.
dalam memperpanjang masa simpan tahu dan menentukan biopresertvatif
manakah yang paling optimal dalam memperpanjang masa simpan tahu.
Rancangan percobaan yang dilakukan pada penelitian ini adalah rancangan acak
lengkap (RAL) pola faktorial 3 x 4 untuk tahu yang disimpan pada suhu ruang
(27OC) dengan 3 kali ulangan. Tahu akan diberikan tiga perlakuan yang berbeda
dalam pemberian biopreservatif, pertama tahu yang direndam dengan bakteriosin,
kedua tahu direndam dengan asam laktat, dan ketiga tahu yang direndam dengan
air matang sebagai kontrol. Metode yang digunakan dalam penelitian ini dibagi
menjadi empat tahapan utama yaitu isolasi dan karakterisasi bakteri Lactobacillus
sp. dari minuman yogurt, ekstraksi bakteriosin dan asam laktat dari Lactobacillus
sp., penelitian utama (pengawetan tahu), dan terakhir adalah uji kualitas tahu.
Berdasarkan hasil penelitian, tahu yang direndam bakteriosin memiliki nilai angka
lempeng total (ALT) sebesar 6,954 log CFU/g, tahu yang direndam dengan air
matang (kontrol) memiliki ALT sebesar 6,489 log CFU/g, dan tahu yang
direndam dengan asam laktat memiliki ALT sebesar 6,009 log CFU/g. Bakteriosin
dan asam laktat secara signifikan tidak mampu memperpanjang masa simpan tahu
pada suhu ruang (27OC) selama tiga hari, walaupun tahu yang direndam dengan
bakteriosin berbeda nyata.