Institusion
Universitas Atma Jaya Yogyakarta
Author
Tara'u, Dwi Preti Natalia
Subject
Jurnalisme
Datestamp
2013-05-01 09:06:37
Abstract :
Tingginya ketersediaan lapangan kerja dan tingkat upah di luar negeri telah menarik minat buruh
migran perempuan untuk bekerja sebagai pekerja migran di negara lain. Permasalahannya adalah
tingginya jumlah buruh mirgan perempuan ini ternyata berbanding lurus dengan tingginya tingkat
pelanggaran hak yang dialami oleh mereka di beberapa negara tujuan migrasi. Dan hal ini telah
menjadi konsumsi publik karena media massa tidak pernah absen untuk memberitakan. Artinya,
pengetahuan masyarakat terhadap keberadaan buruh migran perempuan (termasuk kasus pelanggaran
hak yang dialami) diperoleh dari pemberitaan media massa yang pada kenyataannya sarat dengan
berbagai kepentingan karena dalam melihat realitas sosial (suatu peristiwa) setiap media senantiasa
menggunakan kerangka (frame) tertentu untuk memahaminya. Salah satu kasus pelanggaran hak
buruh migran perempuan yang cukup ramai diberitakan oleh media di tanah air adalah kasus
kekerasan terhadap Sumiati seorang buruh migran asal Dompu, Bima, Nusa Tenggara Barat pada
pertengahan bulan November 2010. Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan salah satu Surat
Kabar Harian (SKH) lokal yang ada di Yogyakarta yakni SKH Kedaulatan Rakyat (KR) sebagai
sumber data. Penelitian dilakukan dengan menggunakan metode penelitian analisis isi kualitatif yang
bertujuan untuk melihat proses kontsruksi realitas yang dilakukan oleh media massa, dengan
mengamati perangkat framing yang digunakan Kedaulatan Rakyat dalam memberitakan kasus
kekerasan terhadap Sumiati. Adapun sumber data yang digunakan adalah beritaberita langsung yang
dimuat di rubrik nasional Kedaulatan Rakyat periode 18-19 November 2010. Analisis yang
dilakukan pada penelitian ini meliputi level teks dan konteks. Pada level teks dilakukan analisis
untuk mengetahui frame setiap berita yang menjadi obyek penelitian. Dengan menggunakan model
analisis framing Zhondang Pan dan Gerald M Kosicki. Proses analisis data dimulai dengan cara
melakukan analisis seleksi terlebih dahulu yang meliputi analisis struktur skrip dan tematis,
kemudian analisis saliansi yang meliputi analisis sintaksis dan retoris. Selanjutnya, setelah
melakukan analisi teks maka peneliti menggabungkannya dari hasil wawancara (analisis level
konteks) dengan institusi untuk menjawab pertanyaan dan hasil yang didapat dari analisis pada level
teks. Pada akhirnya hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa KR memberitakan kasus kekerasan
terhadap Sumiati sebagai peristiwa yang mendapat perhatian dari pemerintah sekaligus
menekankannya sebagai tanggung jawab pemerintah. KR juga memberitakan kritik terhadap
pemerintah terkait penanganan masalahmasalah buruh migran sebagai representasi dari pendapat
masyarakat. Namun demikian, KR kurang memberi tempat terhadap berita-berita kekerasan terhadap
BMP dibandingkan berita-berita lainnya, seperti masalah ekonomi dan politik karena kasus
kekerasan terhadap Sumiati dianggap tidak memiliki nilai jual sehingga tidak perlu di beri ruang
yang lebih. Adapun yang menjadi input pembentuk frame KR adalah perspektif individu (pandangan
wartawan dan redaktur) serta kebijakan redaksi.