Abstract :
Setiap orang memerlukan protein nabati dan protein hewani. Protein hewani didapat dari daging.
Tetapi bila daging yang kita konsumsi tidaklah higienis tentunya akan merugikan diri kita
sendiri. Maka dari itu pemerintah berusaha agar daging yang dikonsumsi masyarakat bisa
memenuhi kriteria Aman, Sehat, Utuh dan Halal (ASUH).
Kota Balikpapan yang sedang berkembang merupakan kota yang setiap tahunnya berpenduduk
meningkat cukup pesat. Sehingga kebutuhan protein hewani untuk penduduk kota Balikpapan
pun semakin meningkat. Untuk ini diperlukan Rumah Pemotongan Hewan (RPH) yang dapat
melakukan proses pemotongan hewan sampai penyaluran ke pasar yang memenuhi kriteria
ASUH tersebut. Agar kriteria ASUH tersebut bisa tercapai maka dibutuhkan Rumah
Permotongan Hewan (RPH) yang higienis di Balikpapan, minimal memenuhi Standar Nasional
Indonesia (SNI). Karena selama ini banyak Rumah Pemotongan Hewan (RPH) yang tidak
memenuhi Standar Nasional Indonesia (SNI) sehingga daging yang dipotong tercemar oleh
bakteri. Selain itu banyak binatang ternak yang dipotong di luar Rumah Pemotongan Hewan
(RPH) yang berakibat penyiksaan terhadap binatang sebelum binatang dipotong. Hal ini tentunya
sangat tidak kita inginkan mengingat bahwa binatang yang disiksa sebelum dipotong maka
dagingnya tidak Halal secara agama (Islam) dan dagingnya tidak baik dikonsumsi secara
kesehatan.
Dengan berbekal data-data dan survey maka Skripsi ini akan membahas tentang bagaimana
Perencanaan dan Perancangan Rumah Pemotongan Hewan (RPH) yang higienis sesuai dengan
Standar Nasional Indonesia (SNI). Sehingga bisa menjadi masukan untuk Pemerintah Daerah
yang akan membangun Rumah Pemotongan Hewan (RPH) di wilayah masing-masing.