Abstract :
Sebagai bagian dari seni, film adalah ekspresi bebas seorang seniman. Film independen merupakan
film alternatif yang muncul sebagai akibat dari kejenuhan masyarakat terutama para filmmaker
terhadap film-film ataupun tontonan televisi yang monoton. Namun ekspresi bebas yang dimiliki
para filmmaker terkekang oleh kaidah-kaidah pembuatan film dan ?kepentingan ekonomi? para
kapitalis yang notabene adalah distributor dan pemilik modal. Fenomena tersebut, kemudian
menimbulkan ?perlawanan? terhadap kapitalisme industri perfilman yang telah ada. Maka film
independen memiliki karakter yang sangat kuat yaitu kebebasan dan kemandirian.
Pusat Apresiasi Film merupakan wadah apresiasi (memahami, menikmati, menghargai) bagi para
pecinta film indeprenden khususnya di Yogyakarta. Seiring dengan semakin bertambahnya
komunitas film indie yang tumbuh di Yogyakarta, maka dibutuhkan suatu wadah yang mampu
menampung aktivitas apresiasi para pecinta film independen. Dengan mentransformasikan karakter
film independen kedalam bentuk dan tata ruang dalam bangunan Pusat Apresiasi Film maka dapat
membantu pengunjung memahami karakter film independen yang sebenarnya dan juga sebagai
sarana edukasi dan rekreasi bagi para pecinta film independen.