Abstract :
Kerusakan struktur balok beton memerlukan penanganan yang berupa
pembongkaran/pembuatan struktur baru maupun perkuatan/perbaikan struktur.
Penelitian ini menyinggung lebih dalam mengenai perkuatan/perbaikan struktur
dengan menggunakan Sika Crbodur S512. Penelitian ini juga bertujuan untuk
mengetahui pengaruh penggunaan Sika Carbodur S512 terhadap nilai kuat geser
dan beban retak pertama balok beton. Selain itu juga untuk mengetahui areal
pemasangan Sika Carbodur S512 yang dapat menahan kuat geser sampai pada
titik maksimum dan juga untuk mengetahui pengaruh kuat lentur terhadap kuat
geser.
Benda uji yang direncanakan sebanyak 8 buah, namun pada
pelaksanaannya hanya menggunakan 4 buah benda uji, hal ini dikarenakan faktor
biaya. Benda uji berupa balok beton bertulang tanpa tulangan geser dengan
ukuran 1200 mm x 150 mm x 80 mm dengan jarak antar tumpuan 1000 mm,
dengan variasi satu buah balok beton tanpa perkuatan, satu buah balok beton
dengan perkuatan 1/6 L, satu buah balok beton dengan perkuatan 1/3 L dan satu
buah balok beton dengan perkuatan L. Balok-balok tersebut ditumpu sendi-rol
pada ujung-ujungnya. Beban terpusat masing-masing P/2 dikerjakan pada 1/3
bentang dari kedua tumpuan.
Dari hasil penelitian dapat diperoleh bahwa kuat geser terbesar yang dapat
ditahan terjadi pada balok beton yang diperkuat dengan Sika Carbodur S512
sepanjang bentang bila dibandingkan dengan balok beton normal. Pada balok
beton normal, kuat gesernya sebesar 8,82 kN, nilai kuat geser pada beban retak
pertamanya yaitu sebesar 5,09 kN dan momen lenturnya sebesar 5,88 kNm.
Sedangkan pada balok beton yang diperkuat dengan Sika Carbodur S512
sepanjang bentang nilai kuat gesernya sebesar 14,7 kN atau meningkat sebesar
66,68 %, sedangkan nilai kuat geser pada beban retak pertamanya sebesar 12,74
kN atau meningkat sebesar 150,39 %. Dari hasil pengamatan dapat dilihat bahwa
meningkatnya kuat geser meningkat pula momen lentur, peningkatan momen
lentur terbesar terjadi pada balok beton yang diperkuat dengan Sika Carbodur
S512 sepanjang bentang, yaitu sebesar 9,8 kNm atau meningkat sebesar 66,68 %.