Abstract :
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kepuasan masyarakat
pengguna perumahan sederhana di Kabupaten Bantul ditinjau dari indikator dan
variabel dimensi mutu perumahan. Selain itu juga untuk mengetahui indikator dan
variabel dimensi mutu perumahan sederhana yang menjadi prioritas utama untuk
ditingkatkan kinerjanya atau yang paling berpengaruh terhadap kepuasan
masyarakat.
Metode penelitian dilaksanakan berdasarkan angket pada 100 responden
penghuni perumahan sederhana. Dimana angket kuesioner itu dibagikan pada 100
responden dari 7 perumahan sederhana yang terdapat di Kabupaten Bantul-
Jogjakarta. Untuk mengukur Kepuasan konsumen penghuni perumahan sederhana ini
digunakan teori kesenjangan (Gap) kepuasan konsumen dimana kepuasan konsumen
dalam hal ini diukur dari kesenjangan harapan dan kinerja konsumen. Setelah
harapan dan kinerja itu kita dapatkan, kita bisa mengukur sejauh mana mutu
pelayanan pihak developer untuk memenuhi kepuasan konsumennya berdasarkan
indikator dan variabel importance-performance analisis yang nantinya tergambar
disebuah diagram.
Dari hasil analisis didapatkan bahwa indikator yang mempunyai tingkat
kepuasan konsumen terbesar yaitu Dapat mengawasi pembangunan rumah (85,71%).
Nilai kepuasan konsumen berdasarkan variabel yang mempunyai tingkat kepuasan
tinggi yaitu Waktu Penyerahan (82,73%). Secara keseluruhan tingkat kepuasan
konsumen untuk seluruh variabel adalah tinggi (78,28%). Nilai kinerja developer
rendah yaitu 2,93 dibanding harapan konsumen 3,74. Indikator yang menjadi
prioritas utama untuk diperbaiki kinerjanya atau yang paling berpengaruh terhadap
kepuasan konsumen diambil 3 peringkat terbesar yaitu Layanan informasi
perumahan dengan jelas dan lengkap dari pihak developer dan bank penjamin KPR;
Kemudahan dalam pembayaran perumahan dan Pembayaran KPR sesuai dengan
penjadwalan kredit. Sedangkan variabel yang menjadi proritas utama atau yang
berpengaruh terhadap kepuasan konsumen adalah variabel Pembayaran.