Abstract :
Teknik, Universitas Atma Jaya Yogyakarta.
Waduk penampung atau waduk konservasi berfungsi sebagai penampung
kelebihan air pada saat terjadi banjir untuk kemudian digunakan saat musim kering.
Namun, pembangunan waduk tidak terlepas dari permasalahan, baik masalah sosial
maupun lingkungan. Salah satu permasalahan waduk adalah berkurangnya kapasitas
penampungan air lebih cepat dari perencanaan. Akibat dari berkurangnya kapasitas
penampungan adalah volume air tampungan waduk yang dapat disediakan untuk
kebutuhan masyarakat pengguna air waduk menjadi berkurang. Penyebab dari
permasalahan tersebut antara lain adalah masalah sedimentasi akibat erosi lahan yang
tinggi.
Pada penulisan ini dibahas mengenai salah satu penyebab sedimentasi pada
Waduk Kedungombo yaitu erosi lahan yang terjadi pada DAS di atas waduk. Untuk
mengetahui tingkat erosi pada DAS ditinjau pada salah satu DAS sungai di atas
waduk, yaitu DAS Sungai Serang. Perhitungan erosi dilakukan dengan metode
USLE dengan memperhatikan faktor curah hujan, kemiringan dan panjang lereng,
tataguna lahan, serta jenis tanah. Setelah diperoleh hasil perhitungan erosi maka
ditentukan metode konservasi yang dapat disarankan dengan kondisi lahan DAS
tersebut.
Dari hasil perhitungan diketahui bahwa erosi yang dapat diprediksi pada DAS
Sungai Serang adalah 658.941,63 ton/th dan terbagi menjadi tiga kondisi, yaitu erosi
ringan59,73%, sedang 34,5%, dan tinggi 5,77%. Jumlah erosi terbesar adalah pada
daerah dengan tingkat bahaya erosi sedang yaitu 417.248,99 ton/th atau 62,26% dari
seluruh erosi yang potensial terjadi. Berdasar penilaian karakteristik lahan, wilayah
DAS Sungai Serang dapat dijadikan sebagai kawasan budidaya. Berdasarkan hasil
perbandingan nilai TBE dan TSL pada daerah tererosi sedang dan tinggi diperoleh
nilai CPpengendalian=0,07. Berdasar nilai CPpengendalian tersebut maka metode konservasi
yang dapat disarankan adalah dengan membuat teras kredit dengan tataguna lahan
berupa perkebunan dengan tanaman penutup rapat. Adapun jenis tanaman yang dapat
disarankan adalah kopi, lamtorogung, dan turi. Dengan menggunakan metode
konservasi tersebut laju erosi akan berkurang menjadi 102.786,27 ton/th.