Abstract :
Penulisan tugas akhir ini memilih Gedung Hotel Laras Asri yang berlokasi
di Salatiga karena memiliki tinggi 8 lantai, sehingga penulis tertantang untuk
merencanakan struktur gedung hotel tersebut. Penulisan ini bertujuan agar penulis
dapat menerapkan pengetahuan yang diperoleh selama kuliah di Program Studi
Teknik Sipil, Fakultas Teknik Universitas Atma Jaya Yogyakarta.
Gedung Hotel Laras Asri Salatiga terletak di wilayah gempa 2 pada lapisan
tanah lunak, direncanakan menggunakan Sistem Rangka Pemikul Momen
Menengah (SNI 03-1726-2002). Berdasarkan fungsi bangunannya terdiri dari 2
bagian, yaitu bangunan untuk hotel dan ballroom. Gedung hotel terdiri 8 lantai
dengan panjang 37 m, lebar 18 m, dan tinggi 30,65 m. Penulis merancang rangka
atap baja, pelat lantai, balok, tangga, kolom dan pondasi tiang pancang. Mutu
beton yang digunakan fc? = 30 MPa, mutu baja 240 MPa untuk tulangan yang
berdiameter ? 12 mm dan 400 Mpa untuk tulangan yang berdiameter > 12 mm.
Beban-beban yang dianalisis meliputi beban gravitasi yang terdiri dari beban mati
dan beban hidup. Beban lateral berupa beban gempa. Perancangan dilakukan
dengan konsep capacity design yang mengacu pada SNI 03-2847-2002, yaitu
kolom kuat balok lemah, sehingga mekanisme leleh direncanakan terjadi pada
balok. Struktur direncanakan sebagai suatu struktur rangka terbuka (open frame),
dan analisis strukturnya menggunakan program bantu ETABS versi 9.
Hasil yang diperoleh, berupa momen, gaya aksial, dan gaya geser yang
digunakan untuk merencanakan jumlah tulangan, dan jarak antar tulangan.
Rangka atap baja pada bangunan ballroom Hotel Laras Asri Salatiga
menggunakan profil 2L35x35x6 yang disambung dengan las, mutu las E 70xx.
Gording yang dipakai adalah profil Lip Channels in back to back
2C100x100x20x2,3. Pada gedung hotel dimensi kolom untuk lantai 1 s/d 4 adalah
800/800, dan untuk lantai 5 s/d 8 adalah 700/700 dengan menggunakan tulangan
28D25, tulangan sengkang 2P10-150 disepanjang kolom. Dimensi balok struktur
yang digunakan untuk lantai-1 sampai lantai-8 adalah 400/700 dengan tulangan
pokok atas 8D25 dan tulangan pokok bawah 4D25, tulangan sengkang
menggunakan 3P10-70 di daerah sendi plastis, 2P10-150 untuk di daerah luar
sendi plastis. Pelat lantai ukuran 4500 x 4000 (mm²) dengan tebal 120 mm
digunakan P10-200 untuk arah memanjang dan memendek, sedangkan tulangan
susut dipakai P10-200. Pondasi digunakan tiang pancang berpenampang bujur
sangkar berukuran 350mmx350mm dengan tulangan pokok 8D16 dan tulangan
sengkang 2P10-15