Abstract :
Bumi adalah satu-satunya planet di semesta raya ini yang memungkinkan adanya kehidupan.
Keberadaan bumi/ alam sama artinya dengan keberlangsungan seluruh kehidupan di dalamnya.
Ini berarti alam adalah manusia. Alam adalah hewan dan tetumbuhan juga. Namun sayang sekali
manusia yang notabenenya adalah penjaga alam semesta tidak melakukan tugasnya dengan baik.
Malah sebaliknya, manusia merusak alam demi keuntungan pribadi. Global warming, sampah,
polusi, dan masalah lingkungan lain adalah contoh kerusakan alam yang disebabkan manusia.
Bila manusia menyadari sepenuhnya bahwa dirinya dengan alam adalah satu kesatuan yang
saling terkait, tentu manusia akan berpikir ratusan kali untuk merusak alam. Taman Rekreasi
Edukatif ?Saving Mother Earth? digagas dengan tujuan memberikan pengetahuan dan pola
pandang yang benar hubungan manusia dengan alam sehingga dengan sendirinya manusia
tergerak untuk menjaga alam. Pada dasarnya kegiatan di dalam Taman adalah penyebaran
informasi. Mengingat isu lingkungan kurang mendapatkan perhatian masyarakat umumnya,
maka metode penyampaian informasi tersebut dikemas secara komunikatif dan rekreatif.
Informasi keadaan bumi dan solusi penyelamatan bumi yang terkesan ?berat? tidak lagi menjadi
masalah karena media yang rekreatif atau menghibur akan menarik masyarakat untuk datang dan
memperoleh informasi tersebut. Ruang dalam dan ruang luar yang merupakan wadah kegiatan
pengunjung akan didesain berdasarkan filosofi ?Alam adalah Aku, Aku adalah Alam.?
Berdasarkan filosofi ini, pola pandang bahwa diri manusia dan alam adalah satu kesatuan dapat
dicapai dengan cara merasakan penderitaan alam dan kedekatan dengan alam. Dengan skala
ruang yang lebih kecil, desain ruang dalam bertujuan menciptakan kedekatan manusia dengan
alam dengan menghadirkan wujud komponen pembentuk alam semesta selain manusia, yaitu
langit, bumi, dan laksa makhluk melalui elemen pembentuk ruang dalam. Sedangkan ruang luar,
dengan skala yang lebih besar, memiliki 3 tema desain, yakni kerusakan alam yang
menggambarkan penderitaan alam, manusia dekat dengan alam, manusia menyadari dirinya
adalah alam. Hal ini berdasarkan zonifikasi kelompok informasi yang diberikan, yaitu keadaan
bumi, eksistensi bumi, dan solusi penyelamatan bumi. Ketiga tema desain dicapai melalui
pengolahan bentuk dan penataan softscape dan hardscape ruang luar