Abstract :
Beton merupakan material yang memiliki daya hantar panas yang rendah,
sehingga dapat menghalangi rambatan panas ke bagian dalam struktur beton
tersebut. Saat terjadinya kebakaran beton tidak dapat menghasilkan api tetapi
beton akan menyerap panas sehingga akan terjadi suhu tinggi yang berlebihan.
Beton pasca terbakar umumnya memiliki persentase porositas yang lebih besar
dibandingkan beton tanpa bakar. Hal ini disebabkan karena terjadi perbedaan
angka muai antara agregat dan pasta semen.
Penelitian ini memvariasikan jumlah penambahan Glenium ACE 8590 pada
beton dengan kadar Fly ash dan pasir kwarsa sebanyak 10% dari berat semen
(variabel terikat). Benda uji yang digunakan berbentuk silinder diameter 15 cm
dengan tinggi 30 cm. Pengujian yang dilakukan adalah kuat tekan beton dan
porositas beton. Variasi yang digunakan adalah suhu pembakaran beton, yaitu pada
suhu 27 °C, 200 °C, 500 °C, 800 °C.
Nilai kuat tekan rata-rata untuk Beton Normal (BN) pada suhu suhu 27 °C,
200 °C, 500 °C, 800 °C berturut-turut adalah 31,5829 MPa, 36,52233 MPa, 32,0303
MPa, 21,3944 MPa. Nilai kuat tekan rata-rata untuk Beton Glenium (BG) pada suhu
suhu 27 °C, 200 °C, 500 °C, 800 °C berturut-turut adalah 28,3818 MPa, 40,3824
MPa, 50,1089 MPa, 21,7710 MPa. Nilai kuat tekan tertinggi untuk beton normal
terjadi pada BN suhu 200 °C, dan nilai kuat tekan tertinggi untuk beton Glenium
terjadi pada BG suhu 500 °C. Nilai porositas rata-rata pada pada untuk BN pada
suhu suhu 27 °C, 200 °C, 500 °C, 800 °C berturut-turut adalah 0,00306%,
0,00479%, 0,13461%, dan 0,18041%. Nilai porositas rata-rata pada pada untuk BG
pada suhu suhu 27 °C, 200 °C, 500 °C, 800 °C berturut-turut adalah 0,00379%,
0,00618%, 0,10245%, dan 0,15974%. Nilai Porositas yang paling tinggi pada BN
dan BG terjadi pada beton dengan suhu 800 °C.