Abstract :
Sebuah proyek konstruksi merupakan bentuk kegiatan yang berlangsung
dengan jangka waktu terbatas dan sumber daya tertentu. Proyek konstruksi
melibatkan owner, kontraktor dan konsultan dalam perjanjian kontrak.
Keberhasilan suatu proyek konstruksi ditentukan dari keseimbangan dan
koordinasi yang baik dari aspek-aspek manajemen. Salah satu aspek manajemen
tersebut berupa pengadaan dan pemanfaatan waktu yang dilakukan dengan tepat
agar dapat meminimalisir keterlambatan yang dapat seringkali terjadi dan
disebabkan oleh pihak-pihak yang tertentu.
Metodologi penelitian ini dimulai dengan cara perolehan data yang
dilakukan dengan menyebarkan kuisioner ke proyek-proyek di D.I. Yogyakarta.
Kemudian dikumpulkan kembali dan diolah datanya menjadi hasil penelitian.
Pengolahan data yang telah diperoleh dari para responden dengan menggunakan
rumus mean dan Standar Deviasi. Metode mean untuk mengetahui langkahlangkah
apa saja yang dapat menyebabkan keterlambatan, sedangkan metode
Standar Deviasi merupakan teknik statistik yang digunakan untuk menjelaskan
homogenitas kelompok. Semakin kecil nilai sebarannya berarti variasi nilai data
semakin sama.
Hasil pengujian diperoleh bahwa faktor keterlambatan terbesar seringkali
berkaitan dengan owner, diikuti kemudian material dan peralatan, konsultan,
kontraktor, keadaan setempat dan terakhir adalah tenaga kerja. Dilihat dari segi
lain adalah usaha untuk menanggulangi keterlambatan tersebut kiranya dapat
diantisipasi dengan menerapkan aspek-aspek dari manajemen waktu dari yang
mempunyai dampak terbesar ada dengan menentukan penjadwalan proyek,
membandingkan jadwal dengan kemajuan proyek, mengukur dan membuat
laporan kemajuan proyek, dilanjutkan dengan merencanakan dan menerapkan
tindakan pembetulan, dan terakhir dengan memperbaharui penjadwalan proyek