Abstract :
Semakin berkembangnya sebuah Kota dengan disertai dengan bertambahnya
jumlah penduduk, maka tentunya bertambah pula kebutuhan akan fasilitas
pelayanan kesehatan yang ada di Kota itu. Fasilitas pelayanan kesehatan yang
terdapat di berbagai Kota saat ini adalah rumah sakit umum, puskesmas, maupun
dalam segi pelayanan kesehatan lainya. Rumah sakit sangat diperlukan oleh
masyarakat, maka dari itu sangat perlu adanya kegiatan pemeliharaan, baik dari
segi peralatan medis maupun bangunannya. Pemeliharaan bangunan ini dilakukan
untuk menjaga, memperbaharui dan memperbaiki semua komponen-komponen
bangunan sesuai dengan standar yang telah ditentukan. Pemeliharaan bangunan
adalah sangat penting dan perlu setelah bangunan tersebut selesai dibangun dan
dipergunakan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengelolaan
pemeliharaan bangunan Gedung Rumah Sakit Swasta di Kota Jakarta.
Penelitian ini mengacu pada Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor:
24/PRT/M/2008 tentang Pedoman Pemeliharaan dan Perawatan Bangunan
Gedung. Data penelitian didapatkan dengan cara menyebarkan kuesioner pada 2
(dua) Gedung Rumah Sakit Swasta di Kota Jakarta. Dari kuesioner-kuesioner
yang telah disebarkan tersebut, penulis bermaksud mengetahui skor dari bagian
pelaksanaan pemeliharaan dan penilaian dari pengguna gedung di setiap rumah
sakit. Analisis data dilakukan dengan metode mean, standar deviasi,uji kesamaan
varians, dan uji beda rata-rata (uji ?t?) untuk mengetahui adakah perbedaan
persepsi penilaian terhadap kegiatan pemeliharaan di setiap rumah sakit tersebut.
Berdasarkan hasil analisis mean, pelaksanaan pemeliharaan di rumah sakit
Swasta di Kota Jakarta tergolong dalam kategori baik. Begitu pula dengan
penilaian dari pengguna gedung yang dengan penilaianya tegolong dalam kategori
baik. Namun, walaupun tergolong baik, terdapat beberapa komponen pelaksanaan
pemeliharaan yang berada di bawah standar Peraturan Menteri Pekerjaan Umum
Nomor: 24/PRT/M/2008 tentang Pedoman Pemeliharaan dan Perawatan
Bangunan Gedung.