Abstract :
Kabupaten Sintang merupakan perpaduan wilayah strategis dengan struktur ibukota sebagai
sentral pertumbuhan ekonomi dan aktivitas perdagangan. Dengan struktur kota seperti ini, tidak
hanya berdampak pada meningkatnya pendapatan daerah, namun juga pada tingginya angka
persaingan pasar tradisional dan pasar modern. Kondisi yang mengharuskan pasar tradisional
untuk mengusung beberapa kelebihan sekaligus dalam menawarkan kenyamanan dan keunikan
ketika berbelanja di lingkungan pasar tradisional. Penataan dan pengembangan pasar tradisional
di kawasan Lanting Sepadan dilakukan dengan mempertimbangkan potensi daerahnya sebagai
kawasan perdagangan bantaran sungai Kapuas yang berpeluang menarik pembeli dari darat dan
sungai, serta lingkungan yang khas dengan corak kebudayaan masyarakat bantaran sungai dan
perumahan lanting.
Perancangan pasar tradisional di Sintang direncanakan untuk fasilitas utama perdagangan pasar
lokal dan pariwisata bantaran sungai yang diharapkan menjadi pengerak prioritas perekonomian
daerah dan meningkatkan vitalitas Sintang sebagai sentral pembangunan di Kawasan Wilayah
Timur Kalimantan Barat. Arah dari tujuan tersebut dicapai dengan menata dan memanfaatkan
kembali potensi kota Sintang dari wujud kehidupan yang berbasis pada sungai dimana kehidupan
paling awal bermula di sepanjang bantaran sungai. Studi ini mencakup pembuatan desain baru
serta pemugaran bangunan dan lingkungan yang bertujuan untuk memenuhi tuntutan rencana
kebutuhan baru yang ditempatkan di wilayah bantaran sungai melalui pendekatan adaptabilitas.
Pendekatan adaptabilitas melihat dampak perubahan lingkungan yang ditimbulkan oleh
fenomena air sungai pasang surut dengan mendefinisikan eksistensi ruang darat dan ruang
sungai. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa transformasi dengan pendekatan adaptabilitas
terhadap kondisi pasang surut di wilayah bantaran sungai memberikan indikasi perancangan
dengan konsep statis pada ruang darat, konsep dinamis pada ruang sungai, dan konsep statisdinamis
pada ruang antara yang disebut ruang transisi.
Pasar Tradisional Bantaran Sungai dengan pendekatan adaptabilitas ini diharapkan mampu
menjadi magnet kawasan tersendiri dengan daya tariknya berbelanja di pasar tradisional dan
secara mutualisme menunjang kebudayaan dan keberadaan masyarakat bantaran sungai.