Abstract :
Semakin meningkatnya suatu proses produksi dapat berpengaruh juga akan
meningkatnya jumlah limbah yang dihasilkan, salah satunya yaitu limbah kaca.
Penggunaan limbah industri seperti kaca merupakan alternatif yang baik, karena
akan terjadi proses pemanfaatan sehingga limbah dapat dikurangi. Beberapa
limbah kaca dari sisa produksi diolah kembali menjadi kaca yang baru, dan sisa
lainnya hanya dibuang begitu saja tanpa dimanfaatkan dengan baik. Oleh karena
itu, penelitian ini bertujuan untuk memanfaatkan dan meneliti pengaruh substitusi
sebagian agregat halus dengan limbah serbuk kaca dan dengan menambahkan
serbuk kaca yang lebih halus sebagai pengisi rongga-rongga kosong pada beton
atau sebagai filler terhadap sifat mekanik beton.
Benda uji yang dibuat pada penelitian ini sebanyak 9 buah beton normal
tanpa serbuk kaca dan 36 buah untuk beton dengan serbuk kaca. Perencanaan
adukan beton menggunakan SNI T-15-1990-03 dengan perencanaan kuat tekan 20
MPa, faktor air semen (fas) 0,57 dan persentase variasi substitusi sebesar 0%,
10%, 20%, 30% dan 40% serbuk kaca terhadap volume agregat halus, serta
ditambah serbuk kaca halus pada masing-masing variasi benda uji 10%, 20%,
30% dan 40% sebesar 3% terhadap berat semen sebagai filler pada beton. Benda
uji yang digunakan berbentuk silinder dengan diameter ± 150 mm dan tinggi ±
300 mm sebanyak 30 buah untuk pengujian kuat tekan, modulus elastisitas dan
kuat tarik belah beton, sedangkan benda uji berbentuk silinder dengan diameter ±
100 mm dan tinggi ± 200 mm untuk pengujian penyerapan air beton.
Pada penelitian ini menunjukan bahwa nilai kuat tekan tertinggi pada
beton dengan substitusi 30% serbuk kaca yaitu sebesar 34,79 MPa. Nilai modulus
elastisitas tertinggi pada beton dengan substitusi 10% serbuk kaca yaitu sebesar
29657,10 MPa. Nilai kuat tarik belah tertinggi pada beton dengan substitusi 40%
serbuk kaca yaitu sebesar 3,16 MPa. Nilai penyerapan air beton terendah
diperoleh pada beton substitusi serbuk kaca 30% sebesar 7,93%. Berdasarkan
hasil pengujian, serbuk kaca layak digunakan sebagai alternatif pemanfaatan
limbah kaca sebagai substitusi sebagian agregat halus pada beton.