Abstract :
Yogyakarta sebagai sebuah kota pelajar dan juga kota tujuan wisata tentu tidak
lepas dari permasalahan di bidang transportasi, khususnya permasalahan pada
persimpangan jalan. Salah satunya adalah simpang empat Jalan Bugisan ? Jalan Sugeng
Jeroni ? Jalan Madumurti yang terletak di bagian barat Kota Yogyakarta. Permasalahan
terletak di Jalan Madumurti yang diakibatkan oleh ruas jalan yang sempit sehingga
mempengaruhi perlambatan dan percepatan kendaraan yang membelok masuk dan atau
keluar dari Jalan Madumurti tersebut.
Penulis melakukan penelitian dengan cara observasi langsung ke lapangan dan
mengambil data-data yang diperlukan untuk menunjang penelitian ini, yaitu kondisi
geometri simpang, panjang antrian, dan volume lalu lintas. Data kemudian diolah dan
dianalisis dengan menggunakan metode Manual Kapasitas Jalan Indonesia 1997.
Dari hasil penelitian kemudian diketahui bahwa tundaan simpang rata-rata pada
semua tipe pendekat (utara, timur, selatan, barat) adalah 31,38 stop/smp dan termasuk
kategori D. Solusi penanganan untuk kinerja simpang di simpang empat bersinyal
Bugisan Yogyakarta dengan diberikan 2 alternatif desain : alternatif manajemen lalu
lintas dengan perubahan fase lampu lalu lintas dan alternatif rekayasa simpang dengan
perubahan fisik. Dari hasil perhitungan 2 alternatif diatas menunjukan adanya
penurunan nilai panjang antrian dari 77 meter menjadi 39 meter (pada pendekat utara)
dan nilai tundaan total yang diperoleh adalah 25,25 det/smp masih termasuk dalam
kategori D tetapi dengan penurunan panjang antrian diharapkan dapat memperlancar
aktifitas lalu lintas yang ada di sekitar daerah simpang empat bersinyal Bugisan
Yogyakarta. Arus lalu lintas untuk simpang empat bersinyal Bugisan pada pendekat
utara yaitu Jalan Sugeng Jeroni 10 tahun ke depan (2014 - 2024) mengalami
peningkatan tiga kali lipat dari tahun 2014 yaitu dari 1481 smp/jam pada tahun 2014
menjadi 3241 smp/jam pada tahun 2024, tetapi derajat kejenuhan untuk 10 tahun ke
depan (2014 - 2024) masih dibawah angka yang disarankan Manual Kapasitas Jalan
Indonesia 1997 (0,75 ) yaitu 0,57. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pendekat
utara yaitu Jalan Sugeng Jeroni masih relarif bagus pelayanannya.