DETAIL DOCUMENT
EVALUASI KINERJA SIMPANG EMPAT BERSINYAL BUGISAN YOGYAKARTA ( Studi Kasus : Jalan Bugisan – Jalan Sugeng Jeroni – Jalan Madumurti)
Total View This Week0
Institusion
Universitas Atma Jaya Yogyakarta
Author
BELE, FRANSISCO TES
Subject
Transportasi 
Datestamp
2015-11-25 08:48:59 
Abstract :
Yogyakarta sebagai sebuah kota pelajar dan juga kota tujuan wisata tentu tidak lepas dari permasalahan di bidang transportasi, khususnya permasalahan pada persimpangan jalan. Salah satunya adalah simpang empat Jalan Bugisan ? Jalan Sugeng Jeroni ? Jalan Madumurti yang terletak di bagian barat Kota Yogyakarta. Permasalahan terletak di Jalan Madumurti yang diakibatkan oleh ruas jalan yang sempit sehingga mempengaruhi perlambatan dan percepatan kendaraan yang membelok masuk dan atau keluar dari Jalan Madumurti tersebut. Penulis melakukan penelitian dengan cara observasi langsung ke lapangan dan mengambil data-data yang diperlukan untuk menunjang penelitian ini, yaitu kondisi geometri simpang, panjang antrian, dan volume lalu lintas. Data kemudian diolah dan dianalisis dengan menggunakan metode Manual Kapasitas Jalan Indonesia 1997. Dari hasil penelitian kemudian diketahui bahwa tundaan simpang rata-rata pada semua tipe pendekat (utara, timur, selatan, barat) adalah 31,38 stop/smp dan termasuk kategori D. Solusi penanganan untuk kinerja simpang di simpang empat bersinyal Bugisan Yogyakarta dengan diberikan 2 alternatif desain : alternatif manajemen lalu lintas dengan perubahan fase lampu lalu lintas dan alternatif rekayasa simpang dengan perubahan fisik. Dari hasil perhitungan 2 alternatif diatas menunjukan adanya penurunan nilai panjang antrian dari 77 meter menjadi 39 meter (pada pendekat utara) dan nilai tundaan total yang diperoleh adalah 25,25 det/smp masih termasuk dalam kategori D tetapi dengan penurunan panjang antrian diharapkan dapat memperlancar aktifitas lalu lintas yang ada di sekitar daerah simpang empat bersinyal Bugisan Yogyakarta. Arus lalu lintas untuk simpang empat bersinyal Bugisan pada pendekat utara yaitu Jalan Sugeng Jeroni 10 tahun ke depan (2014 - 2024) mengalami peningkatan tiga kali lipat dari tahun 2014 yaitu dari 1481 smp/jam pada tahun 2014 menjadi 3241 smp/jam pada tahun 2024, tetapi derajat kejenuhan untuk 10 tahun ke depan (2014 - 2024) masih dibawah angka yang disarankan Manual Kapasitas Jalan Indonesia 1997 (0,75 ) yaitu 0,57. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pendekat utara yaitu Jalan Sugeng Jeroni masih relarif bagus pelayanannya. 
Institution Info

Universitas Atma Jaya Yogyakarta