DETAIL DOCUMENT
THEORY OF CONSTRAINT PADA PEMBANGUNAN KONSTRUKSI GEDUNG DI KABUPATEN MANOKWARI PROVINSI PAPUA BARAT
Total View This Week0
Institusion
Universitas Atma Jaya Yogyakarta
Author
THEGAR, INDRA
Subject
Manajemen Konstruksi 
Datestamp
2015-11-25 09:10:07 
Abstract :
Sebagai provinsi baru tentu saja perubahan yang terjadi sangat drastis Pembangunan di sektor perkantoran dan pariwisata menunjukan perkembangan yang pesat. Setiap perusahaan dibatasi oleh kendala ? kendala yang berbeda, mengeksploitasi kendala dalam jangka pendek dan jangka panjang. Sehingga menemukan bagaimana solusi untuk mengatasi kendala tersebut. Penelitian dilakukan dengan analisa deskriptif. Analisa deskriptif yang digunakan adalah mean, modus, dan standart deviasi. Untuk mengetahui kendala yang sering terjadi yaitu dengan melihat nilai mean terbesar. Setelah itu dilakukan perbandingan uji T pada kontraktor dan subkontraktor. Sedangkan untuk mengetahui solusi yang dilakukan oleh kontraktor dan subkontraktor maka penulis menggunakan analisa frekuensi terbesar. Dari hasil analisis mean yang dilakukan, pada kontraktor kendala kategori mutu yaitu ?Masalah teknologi atau metode konstruksi sehingga menghambat jalannya proyek? dengan nilai mean2,5, kendala kategori biaya yaitu ?Pergolakan sosial dan politik menghambat jalannya pembangunan proyek? dengan nilai mean2,5, sedangkan kategori waktu yaitu ?Pengiriman material sering terlambat? dengan nilai mean 2,77. Pada subkontraktor kendala kategori mutu yaitu ?Produktifitas rendah sehingga hasil yang di target seringkali tidak tercapai? dengan nilai mean 2,91. Kendala kategori biaya yaitu ?Biaya proyek tidak sesuai estimasi? dengan nilai mean 3,25. Kendala kategori waktu yaitu ?Waktu pelaksanaan proyek tidak sesuai dengan estimasi jadwal/ schedule? dengan nilai mean 3,58. Sedangkan dari hasil analisis frekuensi yang dilakukan, solusi yang dilakukan oleh kontraktor pada kendala kategori mutu sebanyak 22 frekuensi yang memilih solusi ?Mengamati dan mempelajari kondisi teknis dan lingkungan di sekitar lokasi proyek?,24 frekuensi yang memilih solusi ?Tetap mejalankan proyek dengan meminta bantuan aparat keamanan? pada kategori biaya, 17 frekuensi yang memilih solusi ?Melakukan kerja sama baik dengan supplier? pada kategori waktu. Pada subkontraktor solusi yang dilakukan pada kendala kategori mutu 25 frekuensi yang memilih solusi ?Mencari pekerja yang kompeten?. 17 frekuensi yang memilih solusi ?Menggunakan software aplikasi untuk menghitung estimasi biaya proyek? dan ?Mempertimbangkan faktor resiko setiap jenis pekerjaan dan memahami setiap spesifikasi yang terdapat dalam isi kontrak? pada kategori biaya, 19 frekuensi yang memilih solusi ?Menambah jumlah pekerja? pada kategori waktu. 
Institution Info

Universitas Atma Jaya Yogyakarta