Abstract :
Dalam pembangunan proyek konstruksi di Indonesia, penerapan
keselamatan dan kesehatan kerja masih kurang maksimal. Hal ini ditunjukkan
dengan masih tingginya angka kecelakaan kerja tiap tahunnya. Kecelakaan kerja
sering terjadi karena kurangnya perhatian para pelaksana proyek konstruksi akan
persyaratan dan peraturan dalam Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3). Selain itu
peraturan dan pelaksanaan K3 juga tidak diimbangi hukum yang tegas dan sanksi
yang berat bagi tenaga kerja yang melanggar aturan K3 dalam proyek, sehingga
banyak pelaksana proyek konstruksi yang melalaikan keselamatan dan kesehatan
tenaga kerjanya. Mengacu pada hal tersebut maka penulis melakukan penelitian.
Dalam penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor dominan penyebab
kecelakaan kerja dan penerapan safety management pada proyek konstruksi di Bali.
Penelitian ini dilakukan dengan penyebaran kuisioner pada proyek
konstruksi yang sedang berlangsung di Bali. Kuisioner tersebut dibagi menjadi 2
(dua) kelompok pertanyaan yaitu faktor-faktor penyebab kecelakaan kerja dan
penerapan safety management pada proyek konstruksi di Bali. Metode analisis yang
digunakan adalah mean dan standar deviasi. Setelah hasil analisis diperoleh
kemudian dibandingkan dengan hasil penelitian sebelumnya.
Dari hasil penelitian diketahui bahwa faktor dominan penyebab kecelakaan
kerja pada proyek konstruksi disebabkan oleh faktor manusia (Human Error), yaitu
kurang disiplinnya para tenaga kerja dalam mematuhi ketentuan mengenai K3 yang
antara lain pemakaian APD kecelakaan kerja. Sedangkan yang berpengaruh dalam
penerapan safety management pada proyek konstruksi di Bali adalah organisasi K3.
Hasil analisis yang diperoleh setelah melakukan pengujian menggunakan uji ?t?
adalah nilai signifikan T < 0.05 untuk faktor-faktor penyebab kecelakaan kerja pada
proyek konstruksi dan penerapan safety management pada proyek konstruksi,
sehingga terdapat perbedaan secara signifikan dengan penelitian sebelumnya